infosawit

Sawit Asal Indonesia Menang di Volume



Sawit Asal Indonesia Menang di Volume

InfoSAWIT, JAKARTA - Perkebunan kelapa sawit  tercatat sebagai penyumbang devisa negara terbesar untuk sektor non migas. Merujuk data dari  Kementerian Pertanian, Indonesia berhasil mengekspor minyak sawit sejumlah 27,3 juta ha pada tahun 2017, dengan nilai mencapai US$ 22,97. Nilai ekspor tersebut mengalami kenaikan 26% dibanding tahun 2016 yang hanya mencapai US$ 18,22. Kenaikan ini menyebabkan nilai sumbangan devisa kepada negara turut meningkat.

Selain itu dengan adanya perkebunan kelapa sawit tercatat dapat menekan tingkat angka pengangguran di sekitar wilayah sentra perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Kendati memiliki beragam keunggulan, saat ini industri perkebunan kelapa sawit di Indonesia masih memiliki tingkat produktivitas yang rendah dan cenderung tertinggal dari negara tetangga, Malaysia. Padahal Malaysia adalah produsen penghasil sawit kedua setelah Indonesia dan pernah belajar mengusahakan sawit dari Indonesia.

Angka produktivitas kebun sawit rakyat tecatat mencapai sekitar 2 sampai 3 ton CPO/Ha/tahun, sedangkan produktivitas kebun sawit swasta mencapai 3 - 4 ton CPO/ha/tahun.  Pdahal bila dikelola secara baik produktivitas sawit masih bisa di tingkatkan hingga 8 ton CPO/ha/tahun, baik perkebunan rakyat dan perkebunan swasta. Sejatinya potensi produktivitas minyak sawit dan inti sawit bisa mencapai 12 ton CPO/ha/tahun.

Bila dilihat, kinerja perkebunan kelapa sawit dari indeks Revealed Comparative Advantage (RCA), nilai RCA Indonesia mencapai 0,98, sedangkan Malaysia mencapai 1,04. Wajar jika Malaysia memiliki kinerja yang lebih baik dari Indonesia. Malaysia pun mampu meningkatkan daya saingnya dibandingkan Indonesia. (Etika Larasati - Jurusan Agribisnis 2015, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)

 

Artikel Lengkap baca di InfoSAWIT Cetak Edisi November 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit