infosawit

Mendongkrak Produktivitas Kelapa Sawit: Aspek Agronomi dan Non Agronomi



Mendongkrak Produktivitas Kelapa Sawit: Aspek Agronomi dan Non Agronomi

InfoSAWIT, JAKARTA - dalam upaya peningkatan produktivitas perkebunan kelapa sawit perlu juga  melihat dari dua aspek penting, yakni aspek non agronomi dan aspek agronomi.

Aspek Agronomi

Tanam kelapa sawit pada areal yang memiliki iklim equatorial dimana curah hujannya merata sepanjang tahun, sehingga pada musim kemaraupun hujan sesekali masih ada.

Selain pupuk, air merupakan kebutuhan vital, itulah sebabnya kelapa sawit dapat tumbuh dan berkembang dengan paik pada iklim equatorial yang hujannya merata tanpa ada musim kering yang tegas. Iklim tsb terdapat sejak dari Aceh sampai Papua sesuai dengan tipe sebaran hujan di Indonesia. Wilayah di sebelah selatan Indonesia walau kelapa sawit dapat tumbuh, akan tetapi produktivitasnya tidak akan optimal. Seandainya dipaksakan perlu biaya tambahan untuk merekayasa agar produktivitasnya mendekati produktivitas di daerah yang cocok.

Masalahnya bagaimana kita merekayasa lingkungan tanaman agar tanaman tersebut dapat menyerap hara yang diberikan dan tertinggal di dalam tanah se-banyak2nya serta proses fotosintesa dalam daun seoptimal mungkin. Kalau ditinjau dari sifat tanaman, maka pengambilan hara paling utama dilakukan oleh akar. Untuk mensuplai fotosintat ke seluruh bagian tanaman termasuk tandan, diperlukan daun yang pertumbuhannya optimal. Itulah sebabnya didalam metoda Production Force Mangement perbaikan tanaman diarahkan pada akar dan daun terlebih dahulu. Metoda yang hak ciptanya di Universitas Padjadjaran ini ternyata sangat efektip dalam meningkatkan produktivitas secara cepat dan tinggi prosentase peningkatannya. Langkah-langkah yang diperlukan adalah sebagai berikut

Pilih kecambah atau bibit yang berasal dari persilangan yang memiliki potensi menghasilkan rerata bunga betina dan berat tandan tertinggi. Jika tanaman kelapa sawit berasal dari bibit asalan meningkatannya sangat terbatas maksimal 30 %, sedang bagi tanaman yang berasal dari bibit hibrida minimal 30 %.

Perbaiki ukuran daun pada pelepah seperti anak daun, panjang anak daun dan panjang pelepah dengan menambahkan unsur hara tambahan dengan menambah jumlah akar aktif. Perhatikan jumlah pelepah per pohon dan Leaf Area Index supaya kanopi daun  dapat menhasilkan fotosintat terbanyak.

Tambah jumlah akar aktif melalui berbagai perlakuan agar akar rambut (feeder roots) melalui penambahan akar lateral. Penambahan akar ini merupakan pendekatan baru yang ternyata hasilnya sangat baik untuk menambah serapan hara dari dalam tanah. Serapan hara ini ditujukan untuk daerah daun, semakin banyak unsur hara yang diserap semakin banyak fotosintat yang dihasilkan, akan semakin baik pertumbuhan batang, daun dan akar tanaman. Penambahan akar aktif merupakan langkah efisiensi pemberian pupuk. (Memet Hakim - Emha Training Center & Advisory Services/Dosen Tamu Fakultas Pertanian Unpad)

Lebih lengkap baca InfoSAWIT cetak Edisi November 2018

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit