infosawit

HUTAN TERANCAM PUNAH, JIKA SAWIT TIDAK BERKEMBANG



HUTAN TERANCAM PUNAH, JIKA SAWIT TIDAK BERKEMBANG

PESATNYA PERTUMBUHAN PRODUKSI MINYAK SAWIT GLOBAL TERMASUK INDONESIA, SERINGKALI MENJADI ISU UTAMA DARI TERSEDIANYA MINYAK NABATI BAGI DUNIA. TUDINGAN AKAN PUNAHNYA HUTAN DAN ORANGUTAN, SERINGKALI MENJADI TUDINGAN MIRING KEPADA MINYAK SAWIT. SEJATINYA, PRODUKSI MINYAK SAWIT YANG TINGGI BERMUARA DARI TINGGINYA PRODUKTIVITAS HASIL PANEN DAN BESARAN RENDEMEN MINYAK YANG TERUS MENINGKAT.

Memang, keberadaan minyak sawit mentah (CPO), seringkali mendapat tudingan miring dari masyarakat global yang mengonsumsinya. Seperti tudingan dari masyarakat Uni Eropa, dimana tidak terdapat satu negara pun, yang mampu menumbuhkan perkebunan kelapa sawit di negaranya. Lantaran, kesesuaian iklim menjadi penentu utama tumbuhnya pohon kelapa sawit.

Alhasil, Uni Eropa memang tidak memiliki sama sekali perkebunan kelapa sawit di negaranya. Lantaran, Uni Eropa bergantung kepada perkebunan soybean (minyak kedelai) dan rapeseed (minyak rapak), sebagai sumber bahan baku utama untuk menghasilkan minyak nabati. Kendati, keberadaan minyak rapak, sebagian besar juga berasal dari negara Amerika Serikat.

Di sisi lain, permintaan minyak makanan yang bersumber dari minyak nabati kian mengalami pertumbuhan pesat di negaranya. Dimana, masyarakat Uni Eropa, . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit