infosawit

512 RIBU HEKTAR KEBUN SAWIT PETANI RIAU SIAP REPLANTING



512 RIBU HEKTAR KEBUN SAWIT PETANI RIAU SIAP REPLANTING

GUNA MENDUKUNG PROGRAM REPLANTING PEMERINTAH INDONESIA, PETANI SAWIT RIAU YANG TERGABUNG DALAM ASOSIASI PETANI KELAPA SAWIT INTI RAKYAT (ASPEKPIR), MENDEKLARASIKAN ORGANISASI SEBAGAI PERKUMPULAN BERLANDASKAN HUKUM. PENGUATAN ORGANISASI ASPEKPIR DILAKUKAN, SALAH SATUNYA BERTUJUAN, AGAR PETANI SAWIT BISA MENYATAKAN SUARANYA.

Sebagai organisasi petani sawit berkekuatan hukum negara, ASPEKPIR memang baru diresmikan berbadan hukum resmi akhir September lalu. Namun, keberadaannya sudah dikenal, sejak awal pembangunan perkebunan kelapa sawit nasional dilakukan. Lantaran sebagai perkebunan inti rakyat, organisasi ini juga bagian dari program pembangunan pemerintah beberapa waktu silam.

Kendati awalnya hanya berada di Provinsi Riau, keberadaan ASPEKPIR juga penuh tantangan dan perjalanan yang berliku. Lantaran, sebagian besar anggotanya merupakan pejuang sawit yang bertahan hidup. Merantau dari tanah kelahirannya, untuk berjuang membangun perkebunan kelapa sawit di daerah pelosok dan terpencil.

Perjuangan tak kenal lelah itu, banyak dilakukan para petani sawit di berbagai daerah pelosok dan terpencil. Terlebih, banyak petani sawit yang hanya bermodal tekad dan kemauan kuat semata. Seperti pengalaman hidup yang dilakoni Setiyono. Lahir dari sebuah desa di Provinsi Jawa Timur, tepatnya Kabupaten Kediri, Setiyono mendaftarkan dirinya sebagai peserta PIR-Transmigrasi ke Provinsi Riau.

Program pemerintah yang mendapat pendanaan dari Asian Development Bank (ADB) ini,  . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit