infosawit

MOMENTUM BANGUN INDUSTRI HILIR SAWIT



MOMENTUM BANGUN INDUSTRI HILIR SAWIT

KEJATUHAN HARGA JUAL CPO YANG KESEKIAN KALI TERJADI, MERUPAKAN MOMENTUM KUAT BAGI PEMBANGUNAN INDUSTRI HILIR DI INDONESIA. PASALNYA, KEBERADAAN INDUSTRI HILIR BERBAHAN BAKU CPO, MEMILIKI POTENSI PASAR YANG SANGAT MENJANJIKAN DI DUNIA. KEBERADAAN INDUSTRI HILIR YANG MASIH TERBILANG TERBATAS DI INDONESIA, MEMBUTUHKAN KEBERPIHAKAN REGULASI YANG MAMPU MENDORONG PERTUMBUHANNYA.

Kendati terbilang klasik, pertumbuhan industri hilir minyak sawit mentah (CPO) masih terbilang sangat lamban. Pasalnya, keberadaan industri hilir tidak memiliki kemampuan besar untuk mengikuti pertumbuhan industri hulunya. Hampir satu dekade, pertumbuhan industri CPO, masih terbatas pada pengembangan industri menengah atau pabrik minyak goreng.

Sejatinya, pengembangan industri hilir CPO sangat bergantung kepada tersedianya bahan baku dari pabrik minyak goreng. Dengan berkembang pesatnya industri minyak goreng, seharusnya mampu mendorong terbangunnya industri hilir CPO seperti industri oleokimia hingga produk konsumen, seperti cocoa butter subtitute (CBS), surfaktan, hingga deterjen, kosmetik dan sabun.

Namun, kenyataan yang dialami Indonesia, memang jauh panggang dari api. Pertumbuhan pesat yang dialami industri minyak goreng, tidak serta merta, mampu mendorong pertumbuhan industri hilirnya. Kendati tumbuh pesat, industri minyak goreng, hanya mampu mengelola pabriknya rata-rata, mencapai utilisasi sebesar 70% dari kapasitas terpasang yang dimilikinya.

Alhasil, rendahnya utilisasi berpengaruh langsung terhadap harga jual produk yang dihasilkannya, lantaran biaya produksi refineri (pabrik minyak goreng) menjadi lebih tinggi. P . . . .


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit