infosawit

Mengagas Jaringan Kereta Api Minyak Sawit Di Sumatera



Mengagas Jaringan Kereta Api Minyak Sawit Di Sumatera

InfoSAWIT, JAKARTA - Kereta api menjadi sarana transportasi pilihan paling jitu di masa depan untuk pengangkutan CPO di Pulau Sumatera sebagai sentra utama produksi kelapa sawit nasional. Di sumut, konsep ini sudah dijalankan Belanda sejak 1883 untuk pengangkutan tembakau. Kini pemerintah tinggal mengajak swasta dan pemda menggarap jaringan rel KA lewat pola private public partnership. Jaringan rel KA CPO Jambi-Pekanbaru-Dumai bisa paralel dengan proyek jalan tol Trans Sumatera yang kini disiapkanpemerintah.

Kondisi infrastruktur jalan rusak bukan lagi hal yang aneh, bahkan kejadian truk sarat muatan minyak sawit mentah alias CPO, terjebak di kubangan lumpur ruas jalan utama kota-kota sentra perkebunan kelapa sawit, menjadi pemandangan rutin setiap musim hujan tiba.

Antrean panjang tidak terelakkan. Antrean baru dapat terurai lima jam kemudian setelah truk berhasil ditarik dari kubangan lumpur. Celakanya, berselang beberapa jam kemudian antrean panjang kembali terjadi karena ada truk bermuatan yang terjebak di tempat yang sama.

Kerusakan jalan-jalan di kawasan hinterland sentra-sentra produksi kelapa sawit di Pulau Sumatera dan Kalimantan tidak saja merisaukan pelaku usaha, tapi juga mengancam daya saing industri sawit nasional di masa depan. Infrastruktur jalan sejauh ini masih menjadi andalan prasarana transportasi hasil kelapa sawit, seperti tandan buah segar (TBS) sawit dan CPO.

Namun dalam majalah InfoSAWIT edisi Desember 2012 mencatat, kedepan pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan jaringan jalan penghubung antarsentra produksi kelapa sawit, juga konektivitas ke pelabuhan ekspor. Lebih dari itu sangat dibutuhkan sarana transportasi yang andal dan murah, pilihan untuk itu adalah jaringan kereta api (KA).

Di Sumatera, jaringan KA barang sekarang masih terbatas di Sumut (Tanjung Balai/Asahan-Medan-Belawan) untuk angkutan CPO, dan Sumatera bagian selatan untuk angkutan batubara, dikenal dengan KA angkutan batubara rangkaian panjang (babaranjang) yang menghubungkan Panjang (Lampung)- Kertapati (Palembang).

KA menjadi pilihan terbaik untuk mengatasi problem konektivitas angkutan barang sehingga meningkatkan daya saing angkutan logistik di Indonesia yang selama ini dinilai mahal. Tidak lain karena moda kereta api punya keunggulan lebih. Sudah banyak pihak berteriak, termasuk Bank Dunia yang menekankan pentingnya bagi Indonesia untuk mempercepat akselerasi konektivitas, guna mendukung industri pengolahan berorientasi domestik dan ekspor, dengan biaya logistik yang efisien. (T1)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit