infosawit

Pungutan Sawit Bakal Ganggu Harga Minyak Sawit



Pungutan Sawit Bakal Ganggu Harga Minyak Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA – Setelah resmi sejak Desember 2018 lalu, pungutan sawit yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) dihapus untuk sementara, kini kebijakan pungutan ekspor sawit diwacanakan untuk diterapkan kembali. Dengan alasan harga minyak sawit mulai membaik.

Namun demikian dikatakan Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Perkebunan KADIN Pusat, Teguh Patriawan, langkah yang ditempuh pemerintah itu dikahwatirkan justru akan mengganggu pergerakan harga minyak sawit (CPO).

“Putusan pungutan ekspor atas CPO pada harga US$ 570/ton sebesar US$ 25/ton, sangat mengganggu pergerakan hargaCPO,” katanya kepada InfoSAWIT, Jumat (1/3/2019) di Jakarta.

Usul Teguh, sebaiknya pemerintah bisa menahan diri untuk tidak melakukan pungutan sawit sampai harga minyak sawit mendekati harga normal. Terlebih pungutan sawit kini diterapkan dengan menggunakan batas bawah, yakni tidak akan ada pungutan bila harga minyak sawit dibawah US$ 570/ton.

Cara demikian, lanjut Teguh, justru bakal mendorong harga minyak sawit akan selalu berada dibawah US$ 570/ton.  “Saya tanya, dengan naluri pengusaha, menerima harga CPO US$571/ton atau US$ 565/ton?” tanya Teguh. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit