infosawit

El Nino di 2019 Bisa Kerek Harga Minyak Sawit US$ 600/ton



El Nino di 2019 Bisa Kerek Harga Minyak Sawit US$ 600/ton

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR -  Pola cuaca El Nino telah mulai nampak di Indonesia, terganbar dari adanya kondisi yang lebih kering di perkebunan kelapa sawit yang dimulai pada Februari 2019, terutama untuk wilayah di Kalimantan.

Dikatakan CEO PT Tri Putra Agro Persada, Arif Patrick Rachmat, iklim kering yang mulai nampak saat ini biasanya akan membatasi produksi dan berpotensi meningkatkan harga mminyak sawit (CPO) tahun ini, sehingga rata-rata minyak sawit bisa mencapai US$ 550 hingga US $ 600 per ton.

“Menurut perkiraan El-Nino yang di overlay antara tahun 1997 dan 2015, merupakan dua kejadian el-nino sebagai tahun terpanas dalam sejarah, kita dapat melihat pola cuaca akan lebih kering tahun ini,” katanya pada acara Palm & Lauric Oils Price Outlook Conference & Exhibition 2019, seperti dikutip The Edge Markets.

Lebih lanjut tutur Arif, sebenarnya, di perkebunan kelapa sawit yang dikelola perusahaan, mulai pertengahan Februari di beberapa bagian Kalimantan Selatan, sudah mulai terlihat musim kemarau. “Jadi kami (pekebun) harus bersiap. Dan apa artinya ini untuk harga? Tentunya harga akan naik,” katanya.

Namun demikian dikatakan Thomas Mielke dari Oil World, kemungkinan adanya pembentukan fenomena El Nino adalah faktor risiko, itu tidak langsung. “Saya pikir masih terlalu dini kemungkinan El Nino itu terjadi. Ini adalah faktor risiko yang harus kita perhatikan, tetapi indikasi menunjukkan bahwa itu tidak cukup berpotensi terjadi," kata Mielke.

Sementara Kepala Konsultan Agribisnis, LMC International Ltd, James Fry, mengungkapkan, pembentukan El Nino masih lemah merujuk analisa dari Oceanic Nino Index (ONI), yang merupakan indikator dari cuaca El Nino kering dan cuaca La Nina basah di Asia Tenggara. “saya melihat kejadian El Nino masih lemah," tandas Fry. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit