infosawit

Dewan Sawit Tolak Keputusan Uni Eropa



Dewan Sawit Tolak Keputusan Uni Eropa

InfoSAWIT, JAKARTA – Dikatakan Sekretaris Jenderal Dewan Minyak Sawit (DMSI),  Bambang Aria Wisena. pelaku industri perkebunan kelapa sawit nasional tetap pada sikapnya menolak keputusan Komisi Eropa. Alasannya, metodologi penelitian yang digunakan Komisi Eropa tidak fair karena cenderung memberatkan komoditas sawit.

Kata Bambang, sebagai satu kebijakan, harusnya putusan itu lahir dari kajian yang komprehensif. Misalnya perlu ada perbandingan antara CPO dengan minyak bunga matahari, minyak kedelai, atau rapeseed oil.

Padahal bila dibandingkan minyak nabati lain, sawit justru lebih banyak memiliki keunggulan. Mengutip kajian International Union for Conservation of Nature (IUCN), kata Bambang sawit lebih hemat 9 kali lipat dibandingkan tanaman penghasil minyak nabati lain dalam penggunaan lahan.

Selain itu kelapa sawit memiliki produktivitas 3,8 ton per hektare per tahun. Sedangkan rapeseed oil hanya 0,6 ton dan minyak kedelai 0,5 ton per hektare per tahun.

Di sisi lain, pemerintah secara konsisten berupaya meningkatkan keberlanjutan komoditas tersebut dengan mengeluarkan beragam regulasi. “Salah satunya adalah melakukan peremajaan menggunakan bibit  yang lebih unggul, sehingga tidak perlu perluasan lahan,” tandas Bambang, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (20/3/2019). (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit