infosawit

Lahan Peternakan Sejatinya Penyebab Utama Deforestasi Bukan Sawit



Lahan Peternakan Sejatinya Penyebab Utama Deforestasi Bukan Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Akhir tahun 2018 lalu perkebunan kelapa sawit di Indonesia kembali digegerkan dengan gerakan greenpeace, salah satu lembaga nirlaba lingkungan dunia, yang menganggap beberapa perusahaan besar penghasil minyak sawit di Indonesia melanggar komitmen dalam melindungi hutan.

Bahkan dalam klaim investigasi yang dilakukan Greenpeace Internasional, ada sebanyak 25 kelompok perkebunan kelapa sawit yang telah membersihkan 130.000 hektar hutan sejak 2015. Dimana sekitar 40% deforestasi (51.600 hektar) berada di Papua, Indonesia - salah satu wilayah yang paling banyak memiliki keanekaragaman hayati di dunia dan belum tersentuh oleh banyak industri minyak sawit.

Klaim Greenpeace tersebut, menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit seolah-olah tunggal menjadi penyebab terjadinya deforestasi di Indonesia bahkan dunia. Padahal klaim demikian belum tentu benar.

Kendati dalam proses pengelolaan budidaya perkebunan kelapa sawit ditengarai ada yang menerapkan kegiatan yang tidak sesuai prosedur. Namun kesalahan demikian tidak mesti dijadikan rujukan bahwa seolah-olah kelapa sawit menjadi musabab utama rusaknya hutan di Asia Tenggara.

Padahal bila merujuk data dari www.ourworldindata.org  dalam grafik Global Surface Area Allocation for Food Production, menguraikan rincian alokasi dan penggunaan lahan global berdasarkan luas areal.

Tercatat hanya sekitar 29% permukaan tanah di bumi yang tersedia untuk manusia atau seluas 149 juta Km2, sementara sisanya sebanyak 71% atau seluas 361 juta Km2 berupa lautan yang sangat luas.

Dari lahan yang tersedia tersebut sejumlah 71% merupakan lahan yang layak untuk ditempati manusia, atau seluas 104 juta Km2, sementara sekitar 10% atau seluas 15 juta Km2 berupa glatser dan sebanyak 19% atau seluas 28 juta Km2 berupa areal yang berlahan tandus.

Manusia menggunakan areal lahan yang layak ditempati di bumi seluas 50% nya digunakan untuk areal produksi pertanian atau sejumlah 51 juta Km2, sementara sisanya masih berupa lahan berhutan sebanyak 37% atau seluas 39 juta Km2, dan seluas 12 juta Km2, atau sekitar 11% berupa lahan bersemak, serta hanya satu persen digunakan sebagai infrastruktur perkotaan.

Dari grafik tersebut nampak sebanyak tiga perempat areal lahan pertanian digunakan untuk pemeliharaan ternak melalui kombinasi lahan untuk penggembalaan ternak dan lahan yang digunakan untuk produksi pakan ternak atau sebanyak 77% dengan luasan mencapai 40 juta Km2. Kendati mendominasi areal lahan pertanian, pasokan daging dan produk susu hanyan sekitar 17% dan 33% dari pasokan kalori dan protein global.

Sementara penggunaan areal lahan untuk tanaman komoditas hanya sebanyak 23% atau seluas 11 juta Km2 dari total areal pertanian tersebut, tidak termasuk areal untuk pakan ternak.

Lantas dimana posisi perkebunan kelapa sawit? tanaman perkebunan kelapa sawit masuk pada bagian yang kecil dalam areal penggunaan lahan untuk komoditas. Merujuk data dari Oil World, lahan kelapa sawit dunia tahun 2017 mencapai seluas 19,67 juta ha atau sekitar 15,6% dari luas lahan soybean yang mencapai 125,68 juta ha. (Teguh Patriawan / Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Perkebunan Kadin Pusat)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit