infosawit

RAN Sawit Bakal Jadi Panduan Praktik Berkelanjutan



RAN Sawit Bakal Jadi Panduan Praktik Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA – Pengembangan perkebunan kelapa sawit secara berkelanjutan saat ini telah menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Dibuktikan dengan terbitnya kebijakan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) pada 2011 lalu.

Hanya saja hingga saat ini pengembangan praktik budidaya kelapa sawit berkelanjutan dianggap kerap menghadapi kendala. Sebab itu pemerintah memandang perlu untuk membuat panduan praktik sawit berkelanjutan dalam kerangka yang besar.

Dalam diskusi terbatas dengan para jurnalis dan UNDP, yang dihadiri InfoSAWIT, Selasa (26/3/2019) di Jakarta, terungkap bahwa kerangka besar yang disiapkan tersebut bakal disatukan dalam Rencana Aksi Nasional Forum Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FoKSBI).

Harapannya dengan hadirnya RAN-FoKSBI, kata mantan Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan, bisa menjadi solusi bagi berjalannya program praktik sawit berkelanjutan sesuai kebijakan ISPO. “RAN itu hadir guna menyelesaikan banyak hal untuk penerapan ISPO,” kata Rusman yang juga sebagai salah satu pengusul RAN-FoKSBI.

Lantas selanjutnya kata Rusman, tujuan diterapkannya ISPO adalah untuk menginformasikan kepada dunia bagaimana praktik budidaya sampai pemrosesan kelapa sawit di Indonesia telah memenuhi aspek sustainability (berkelanjutan).

“Ini adalah kesadaran kami dan praktik sawit berkelanjutan ini mesti bisa sustain, ada yang beli atau tidak dibeli itu urusan lain, fokusnya kami komit untuk bisa memenuhi aspek berkelanjutan,” tandas Rusman. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit