infosawit

Sawit Butuh Didukung Diplomat Handal



Sawit Butuh Didukung Diplomat Handal

InfoSAWIT, JAKARTA – Pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit saat ini kerap kali menghadapi berbagai kendala, utamanya dari negara-negara konsumen. Dikatakan Pakar Ekonomi INDEF, Bima Yudhistira Adhinegara, belum lama ini Uni Eropa telah menyepakati minyak sawit untuk bahan baku biodiesel dianggap memiliki resiko tinggi dari perubahan lahan tidak langsung (ILUC). Sehingga penggunaannya dikurangi sampai 2020.

Lebih lanjut kata Bima, kondisi demikian mengakibatkan perdagangan minyak sawit asal Indonesia kerap diganjal berbagai barrier, namun demikian kata dia, memang kondisi saat ini diakui atau tidak bukan lagi jaman free trade, lantaran justru sejumlah negara besar di dunia lebih sering melakukan proteksi.

Maka itu sudah sewajarnya kata Bima, Indonesia melakukan berbagai upaya diplomasi untuk lobi dalam menghadapi kendala perdagangan tersebut. Cara demikian dianggap efektif, namun sayangnya saat ini jabatan duta besar lebih masih dianggap sebagai jabatan seremonial, padahal jabatan tersebut strategis dan mewakili Indonesia di negara lain dalam menawarkan potensi perdagangan yang ada di Indonsia.

“Sudah dikritik, bahwa jabatan duta besar seharusnya menjadi garda utama perdagangan Indonesia di luar negeri selain kepentingan diplomasi lain, namun saat ini jabatan tersebut lebih sekadar jabatan seremonial,” katanya dalam acara Seminar “Tantangan dan Peluang Agribisnis 2019” yang dihadiri InfoSAWIT, Kamis (11/4/2019) di Jakarta.

Perlu dipahami juga bahwa saat ini proteksi perdagagan telah menjadi tren, Indonesia baru melakukan proteksi ke sekitar 200 jenis produk, masih kalah jauh bila dibandingkan dengan China yang melakukan proteksi terhadap sekitar 4.000 jenis produk. “Demikian pula Amerika Serikat sebagai penggagas perdagangan bebas justru paling protektif dengan kebijakan proteksi untuk 6.000 an jenis produk,” tandas Bhima. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit