infosawit

Neraca Perdagangan Indonesia – AS Periode 2015-2017 Surplus US$ 10,3 Milyar



Neraca Perdagangan Indonesia – AS Periode 2015-2017 Surplus US$ 10,3 Milyar

InfoSAWIT, JAKARTA - Pada tahun 2019 ini efek perang dagang China dan Amerika diperkirakan juga masih akan terasa bagi bisnis pertanian Indonesia, namun demikian tetap harus berpikir positif untuk mencari celah menyikapi kejadian tersebut.

Tidak perlu ada kekuatiran yang berlebihan, karena faktanya total neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika selama kurun 2015-2017 surplus US$ 10,3 Milyar. “Dimana surplus pertanian sebesar US$ 1,9 Milyar dan surplus non-pertanian mencapai US$ 8,4 Milyar,” tutur Kepala Biro Perencanaan, Setjen Kementerian Pertanian, Abdul Basit, saat memberikan sambutan pada seminar “Tantangan dan Peluang Agribisnis 2019” yang dihadiri InfoSAWIT, belum lama ini.

Untuk mengatasi dampak perang dagang terhadap produk pertanian, pemerintah Indonesia tercatat telah membuat kebijakan/strategi jangka pendek dan jangka panjang. Untuk jangka pendek misalnya dengan cara meningkatkan market akses ke negara lain (ekspansi ke pasar non tradisional), sedangkan untuk jangka panjang telah disusun kebijakan/strategi  diantaranya, pertama, relaksasi perizinan ekspor dan investasi budidaya (on-farm) dan industri olahan.

Kedua, menciptakan iklim yang kondusif untuk berkembangnya substitusi impor bahan baku, ketiga, pemberian insentif bagi perusahaan yang berorientasi ekspor, dan keempat, menyediakan SDM negosiator internasional dalam bidang pertanian.

Wujud nyata peran pemerintah, tutur Abdul Basit, dalam mendukung iklim agribisnis yang kondusif pada tahun 2019 ini khususnya dalam rangka mengantisipasi dampak perang dagang China dan Amerika diantaranya, pertama, Kementerian Pertanian telah melaunching Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PISP) tanggal 15 Mei 2018 dalam bidang perizinan sehingga memperpendek waktu pengurusan perizinan.

Kedua, penerbitan Permentan Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pencabutan Permentan dan Kepmentan yang menghambat investasi. “Dan ketiga membuka pasar ekspor ke negara-negara baru seperti ekspor jagung ke Phillipina, ekspor DOC ke Myanmar dan Timor Leste dan ekspor produk ayam ke Jepang,” tandas Abdul. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit