infosawit

Batik Sawit, Menjaga Warisan Leluhur dan Ramah Lingkungan



Batik Sawit, Menjaga Warisan Leluhur dan Ramah Lingkungan

InfoSAWIT, JAKARTA - Kegiatan membatik sering dikenal di Indonesia sebagai proses kerajinan dari seni budaya nasional. Wajar bila kemudian batik dijadikan sebagai salah satu kekayaan budaya dunia, yang dikenal luas oleh masyarakat global. Salah satu aplikasi penggunaan, dan sering digunakan oleh masyarakat global termasuk Indonesia adalah kain batik dan baju batik, yang dihasilkan melalui proses membatik.

Jika dahulu, proses membatik menggunakan lilin malam berbasis bahan baku minyak bumi atau wax parafin, kini membatik bisa menggunakan malam berbasis minyak sawit yang sering disebut sebagai bio wax parafin, yang kualitas produknya tak kalah, seperti hasil penelitian sawit yang telah dilakukan oleh periset Indra Budi Susetyo dari BPPT.

Lilin malam yang digunakan sebagai perintang warna pada lembaran kain, memang menjadi ciri khas tersendiri pada kain batik, sehingga proses pembuatannya sangat berbeda dengan produk tekstil lainnya. Lilin malam sendiri hanya bisa didapatkan melalui proses produksi dengan menggunakan parafin.

Menurut Indra Budi, membatik sebagai bagian dari warisan budaya nasional, seringkali dianggap sebagai budaya turun temurun, yang mampu dilakukan sebagian masyarakat Indonesia. Membatik juga merupakan proses produksi yang mampu dihasilkan melalui kesenian yang mumpuni. Memang, tidak sembarang orang mampu melakukannya tetapi yang terpenting, ada ketersediaan malam sebagai bahan baku untuk membatik.

“Proses membatik tidak bisa dilakukan apabila tidak memiliki bahan baku seperti malam yang digunakan untuk proses membatik,” ujar Indra Budi kepada InfoSAWIT belum lma ini.

Menurutnya, proses membatik seringkali dihubungkan dengan tradisi kerajinan suatu masyarakat, seperti di Yogjakarta, Solo, dan Pekalongan. Masyarakat di beberapa daerah pengerajinan batik seringkali memiliki kebiasaan membatik yang menjadi tradisi daerahnya. Diperkirakan, pengerajin batik yang masih bertahan hingga saat ini mencapai 900 ribu orang. (T1)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit