infosawit

Menteri ASEAN Usulkan Reformasi WTO dan Protes Kebijakan Protektif Komoditas Sawit Uni Eropa



Menteri ASEAN Usulkan Reformasi WTO dan Protes Kebijakan Protektif Komoditas Sawit Uni Eropa

InfoSAWIT, PHUKET – Dalam ASEAN Economic Ministers (AEM) Retreat ke-25 yang berlangsung di Phuket, Thailand, Menteri Ekonomi ASEAN bertukar pikiran terkait isu Reformasi Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

ASEAN pada dasarnya mendukung agenda reformasi WTO dalam rangka memastikan berlangsungnya sistem perdagangan multilateral, bukan karena alasan munculnya perang dagang antara AS dan China. Mendag secara khusus menekankan agar ASEAN mendorong perlunya keanggotaan “Appellate Body” (Badan Banding WTO) segera diisi, sebagai prioritas utama dalam Reformasi WTO, agar sistem penanganan sengketa dagang dapat berfungsi kembali.

“ASEAN sepakat bahwa reformasi WTO perlu segera dilakukan dan mendorong agar keanggotaan Badan Banding WTO segera diisi agar dapat berfungsi kembali dan efektif dalam menangani kasus-kasus sengketa dagang yang terjadi diantara negara anggota WTO,” kata Menteri Perdagagan, Enggartisto Lukita, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini .

Pada kesempatan itu, para Menteri Ekonomi ASEAN juga berkesempatan membahas kebijakan perdagangan Uni Eropa (UE) yang cenderung proteksionis dan menghambat arus perdagangan produk-produk negara-negara berkembang seperti ASEAN, seperti dialami oleh produk minyak sawit.

Para Menteri sepakat agar setiap negara anggota ASEAN menginstruksikan perwakilannya di Jenewa untuk bersama-sama menyusun pernyataan sikap keras ASEAN atas kebijakan diskriminatif dan proteksionis EU yang sangat merugikan ASEAN sebagai produsen minyak sawit dan komoditas pertanian.

Di sela-sela pertemuan, Mendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa negara ASEAN yaitu Vietnam, Filipina dan Thailand. Pertemuan ini membahas penyelesaian hambatan ekspor Indonesia ke negara-negara tersebut.

Tercatat Menteri Ekonomi ASEAN juga membahas dan menyusun strategi penyelesaian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pada akhir 2019. Langkah yang ditempuh adalah dengan menegaskan sentralitas ASEAN dan mengonsolidasikan posisi bersama ASEAN untuk disampaikan ke negara mitra FTA.

“Menteri Ekonomi ASEAN akan bertemu kembali di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN bulan Juni mendatang untuk memastikan kemajuan perundingan sesuai dengan target yang telah ditetapkan dan akan melakukan pendekatan dengan India pasca pemilu India dalam format Troika untuk memastikan penyelesaian perundingan RCEP pada 2019,“ tandas Mendag. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit