infosawit

Pekerja Sawit PT WMK Anak Usaha Dhanista Surya Nusantara Gelar Aksi Mogok Kerja



Pekerja Sawit PT WMK Anak Usaha Dhanista Surya Nusantara Gelar Aksi Mogok Kerja

InfoSAWIT, PALEMBANG - Dalam surat yang dilayangkan Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan PT Wanakarya Mulya Kahuripan No. 002/PUK/F.SPPP-SPSI/WMK/IV/2019 bertanggal 27 April 2019, para pekerja sawit melakukan aksi mogok kerja.

Dalam informasi yang didapat InfoSAWIT, aksi mogok kerja ini terjadi akibat terbitnya kebijakan Standing Instruction No. 13/SI-MD/III/2019 dan diduga adanya pelanggaran UU Ketenagakerjaan No 13/2013.

Dalam surat, tercatat para karyawan yang tergabung dalam jaringan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) melakukan mogok kerja sepanjang Kamis & Jumat, 02-03 Mei 2019, dengan lokasi kegiatan mogok kerja di area kantor PT Wanakarya Mulya Kahuripan berlokasi di Bunga Mayang, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan.

Dalam aksi mogok ini para pekerja menyampaikan lima (5) tuntutan kepada perusahaan perkebunan kelapa sawit, PT Wanakarya Mulya Kahuripan yang merupakan salah satu anak usaha dari Dhanistha Surya Nusantara (DSN) - Gudang Garam Group.

Lima tuntutan tersebut diantaranya pertama, meminta untuk pembatalan pemberlakuan Standing Instruction No. 13/SI-MD/III/2019 tentang penurunan jabatan (demosi), kedua, bila perusahaan tidak mengembalikan jabatan seperti semula pihak karyawan menginginkan Pemutusan Hubungan Kerja dengan perusahaan sesuai dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan No 13 Tahun 2013.

Lantas, Ketiga, menolak adanya pengurangan gaji/proporsi (denda) upah bagi para pekerja buruh pemeliharaan dan buruh panen tanpa dasar aturan perusahaan yang jelas dan transparan, baik secara lisan maupun tertulis.

Keempat, meminta perusahaan memberi perubahan status bagi Karyawan Harian Lepas (KHL) menjadi Karyawan Harian Tetap (KHT), sesuai KEPMEN No. 100 Tahun 2004 Pasal 10 ayat 3. Kelima, apabila ada aturan/kebijakan perusahaan harus di musyawarahkan terlebih dahulu dengan lembaga bepartit.

Dikatakan salah satu pekerja mengaku, semenjak perusahaan perkebunan kelapa sawit ini dikelola DSN, semua karyawan sangat tertekan akibat peraturan-peraturan yang dianggap kurang logis. “Harapan kami harapan para pekerja, mandor ditetapkan lagi seperti semula, KHL Perawatan dipekerjakan kembali 6 hari dalam 1 minggu dan KHL diangkat menjadi KHT,” tandas dia.

Dalam catatan InfoSAWIT, PT WMK telah memperoleh sertifikat minyak sawit berkelanjutan versi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) semenjak 11 Desember 2015 dengan batas akhir sertifikat pada 10 Desember 2020. Dimana PT WMK memproduksi 5.660 ton minyak sawit mentah (CPO) dan memperoduksi inti sawit sebanyak 1.206,65 ton. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit