infosawit

Menebak Arah Implementasi Inpres Moratorium Sawit



Menebak Arah Implementasi Inpres Moratorium Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Instruksi Presiden (INPRES) No. 8 Tahun 2018 tentang Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit telah diterbitkan oleh Presiden Joko Widodo pada 19 September 2018 lalu. Kebijakan ini menjadi angin segar untuk memperbaiki tata kelola perkebunan sawit di Indonesia yang sudah carut marut serta sebagai upaya meningkatkan produktivitas perkebunan  sawit.

Dikatakan Direktur Eksekutif Sawit Watch, Inda Fatinawared, penerapan kebijakan moratorium sawit ini diangap belum sepenuhnya berjalan optimal.  Kerja-kerja di tingkat nasional selama 6 bulan ini barulah sebatas persiapan dan koordinasi antar kementerian dan belum terlihat hal teknis yang cukup berarti dilakukan. “Padahal, 6 provinsi dan 8 Pemerintah Kabupaten mempunyai komitmen untuk mengimplementasikan Inpres ini,” ujar Inda dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (19/5/2019).

Inda pun menilai ada tiga catatan kendala dalam impleentasi kebijakan ini, pertama, Belum adanya alokasi anggaran (APBD) yang dapat digunakan pemerintah daerah untuk kegiatan operasional implementasi Inpres.

Lantas kedua, tidak adanya panduan lebih teknis yang dapat diadopsi oleh pemerintah daerah untuk  mengimplementasikan inpres. “Serta Ketiga, Tidak adanya akses keterbukaan bagi masyarakat sipil untuk mendapatkan update perkembangan implementasi Inpres yang dilakukan tim kerja nasional,” tandas Inda.

Sementara tutur Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden, Abetnego Tarigan, diakui atau tidak sektor sawit penyumbang terbesar devisa negara, bahkan melebihi sektor migas. “Namun melalui penerbitan Inpres ini kita sedang bergerak untuk menata sistem di sektor penggerak ekonomi terbesar bangsa ini, bukan pekerjaan mudah, tapi hal ini harus kita lakukan,” kata Abetnego. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit