infosawit

Pembukaan Sawit di Buol Ada Indikasi Deforestasi



Pembukaan Sawit di Buol Ada Indikasi Deforestasi

InfoSAWIT, JAKARTA - Dikatakan Yosi dari Madani Berkelanjutan, disaat penerapan kebijakan moratorium ditengarai masih ada perusahaan perkebunan kelapa sawit yang belum sesuai kaidah regulasi yang berlaku. Yosi mencontohkan dari hasil pendalaman kasus pelepasan kawasan hutan untuk PT. HIP di Kab Buol, Sulawesi Tengah. “Beberapa temuan hasil kajian analisis spasial diantaranya, dalam  pelepasan kawasan ini terindikasi kawasan hutan produktif dengan tegakan hutan yang masih lebat,” jelas Yosi.

Lebih lanjut tutur Yosi, sebab itu PT HIP terindikasi melakukan deforestasi illegal, dimana mereka melakukan pembukaan lahan sebelum diterbitkannya izin pelepasan kawasan. “Bahkan dilakukan diluar izin lokasi dan dikawasan hutan. Ketiga, Sebagian kebun-kebun PT. HIP ditanami di sepadan sungai,” terang Yosi dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Minggu (19/5/2019).

Sementara diungkapkan Bupati Buol, Amirudin Rauf, mengenai kasus pelepasan kawasan hutan di kabupaten Buol tersebut, pihaknya telah meyampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (LHK). “Bahwasannya hutan di kami sudah tidak bisa gunakan untuk perkebunan,” katanya menjelaskan.

Lebih lanjut kata Amirudin, mengacu pada Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS), yang menyatakan bahwa  hutan di Buol sudah tidak diperbolehkan dibuka lagi. “Jika dibuka hal ini akan merugikan ribuan warga karena akan mengakibatkan keringnya sawah seluas 5.000 hektar,“ terang Amirudin.

Namun dengan keluarnya surat Menteri LHK terkait pelepasan kawasan hutan bagi PT. HIP, pihaknya nilai langkah ini adalah sebuah kebijakan yang sangat tidak berpihak dan mengesampingkan kepentingan rakyat Buol. “Saya melihat bahwa perkebunan sawit di Kabupaten Buol lebih banyak susahnya daripada memberikan manfa,” tandas Amirudin. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit