infosawit

Pilihan Sawit TP Rachmat



Foto: Dok tap-agri.com
 Pilihan Sawit TP Rachmat

InfoSAWIT, JAKARTA - Mengawali karir diperusahaan miliki pamannya bukanlah perkara mudah, lantaran TP Rachmat kala itu mesti merasakan menjadi sales di Astra, tanpa ada pembedaan dengan para karyawan lainnya guna melakukan penjualan produk-produk Astra. Di usianya yang mencapai 25 tahun kala itu, TP Rachmat memulai karirnya sampai berhasil lulus menjadi karyawan Astra angkatan ke 15.

Rupanya nasib mujur acap menghampiri TP Rachmat, tahun 1972, dia dipercaya untuk memulai pekerjaannya mengelola United Tractors (anak perusahaan Astra yang bergerak di bidang alat berat).

Secara bersamaan, selang beberapa tahun setelah mengelola United Tractors, dirinya bersama sepupunya Edwin Soeryadjaya, memulai bisnis baru membangun Triputra Group. Perusahaan yang bergerak di beberapa sektor usaha seperti karet olahan, batubara, perdagangan, manufakturing, agribisnis, dealership motor dan logistik.

Tahun 1998, Triputra Group berdiri dan memulai kiprah bisnisnya di Indonesia. Selain itu, TP Rachmat juga turut andil membesarkan PT Adaro Energy, sebuah perusahaan tambang batu bara yang beroperasi di Pulau Kalimantan.

Wajar, bila kemudian, dirinya diganjar penghargaan Majalah Forbes tahun 2014, masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia urutan ke 14.

Memulai Bisnis Kebun Sawit

Kiprah bisnisnya dalam industri sawit, bermula dari PT Triputra Agro Persada, yang resmi didirikan sebagai perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia tahun 2005. Semula, bernama PT Alam Permata Indah, perusahaan yang mengelola perkebunan kelapa sawit di Indonesia.

Sebagai perusahaan yang relatif masih muda, sejak didirikan hingga saat ini, PT Triputra Agro Persada, mampu mengembangkan bisnisnya hingga ke beberapa wilayah provinsi di Tanah Air.

Merujuk informasi yang dikutip dari laman resmi perusahaan, PT Triputra Agro Persada beroperasi di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan dan Jambi.

Terkait masih banyaknya perkebunan kelapa sawit yang diterpa isu-isu miring seputar keberadaannya, tutur TP Rachmat, penguatan manajemen harus dilakukan dimana berfokus pada penerapan konsep sustainability. Dimana titik berat penerapan sustainability guna menggenjot produktivitas termasuk bisa menghasilkan produksi terbaik.

Pasalnya, keberadaan industri sawit nasional, menurut dia masih perlu dilakukan banyak pembenahan. Pekerjaan besar masih dilakukan Triputra Agro Persada, untuk melakukan pembenahan kebun-kebun sawit miliknya, sehingga dapat segera matang terlebih dahulu.

Perkebunan kelapa sawit juga harus terus melakukan praktik-praktik sustainability, guna menghasilkan produksi terbaik dan terus meningkat. “Jangan sampai dalam mengembangkan industri sawit, tidak mempedulikan sustainability,” tandas TP Rachmat menekankan. (T2)

Terbit pada InfoSAWIT cetak Vol. IX No. 11 NOVEMBER 2015

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit