infosawit

RSPO Resmi Luncurkan Pedoman “Upah Hidup Layak” untuk Para Pekerja Sawit



Ilustrasi pekerja sawit
RSPO Resmi Luncurkan Pedoman “Upah Hidup Layak” untuk Para Pekerja Sawit

InfoSAWIT, KUALA LUMPUR -  Belum lama ini lembaga nirlaba multistakeholder Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) bekerja sama dengan Gugus Tugas Tenaga Kerja (Labour Task Force/LTF) meluncurkan dokumen pedoman pertama untuk industri kelapa sawit terkait pengupahan pekerja sawit atau “Upah Hidup Layak” (DLW), yang diadopsi dari Global Living Wage Coalition (GLWC), guna menentukan DLW bagi setiap pekerja sawit yang perkebunan kelapa sawitnya menjadi anggota RSPO.

Sebagai elemen penting dari Prinsip dan Kriteria (P&C) 2018 yang belum lama ini disepakati, panduan ini akan membantu anggota RSPO untuk menilai apakah gaji yang diberikan kepada pekerja mereka sudah cukup bagi pekerja dan keluarganya guna memperoleh standar hidup yang layak, dengan mempertimbangkan semua kebutuhan keluarga seperti perumahan yang layak, fasilitas sanitasi, pasokan air bersih yang memadai, perawatan medis, serta kebutuhan pendidikan untuk anak-anak di dalam keluarga.

Panduan ini juga menjelaskan cara menentukan tolok ukur DLW, menghitung DLW, menghitung upah yang berlaku dan kesenjangan upah hidup, serta cara-cara untuk mengembangkan rencana implementasi mandiri bagi anggota petani RSPO untuk bergerak menuju pembayaran sesuai DLW.

Manajer Senior Keberlanjutan Kuala Lumpur Kepong Berhad (KLK), yang juga anggota Dewan Gubernur RSPO, Lee Kuan Yee mengungkapkan, konsep ini relatif baru di industri kelapa sawit, dan sekretariat RSPO akan menyelenggarakan beberapa lokakarya serta diskusi bersama dengan para petani dan pemangku kepentingan lainnya untuk menyempurnakan panduan tersebut, disertai implementasi langkah-kebijakan bagi para petani untuk secara progresif bisa menuju penerapan DLW.

“Pedoman ini bukan akhir tetapi hanya awal dari sebuah proses, dan kami akan terus bekerja sama dengan para petani, RSPO Sekretariat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan konsep ini dipahami oleh semua orang, dan bisa diterapkan," katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Manajer Standar Hak Asasi Manusia dan Sosial RSPO, Kamini Visvananthan mengatakan, Anggota RSPO telah mengambil langkah berani dan sekarang meminta produsen kelapa sawit untuk memberikan upah layak.

“Saya berharap dampak positif akan terasa di seluruh industri, dan tidak hanya terbatas pada pekerja di lapangan. Tanggung jawab ini tidak sepenuhnya berada di tangan produsen, dukungan dari seluruh anggota sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja dan keluarga mereka memiliki hak atas standar hidup yang layak,” katanya. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit