infosawit

Kemamputelusuran TBS Sawit Pemasok ke Sinar Mas Diharap Capai 85% Sampai Akhir Tahun



Kemamputelusuran TBS Sawit Pemasok ke Sinar Mas Diharap Capai 85% Sampai Akhir Tahun

InfoSAWIT, MEDAN – Untuk kali keempat Sinar Mas Agribusiness and Food menyelenggarakan lokakarya dari rencana sebanyak delapan lokakarya di Kota Medan Kamis (20/6/2019), sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam membantu para pemasok menjadi produsen minyak kelapa sawit berkelanjutan.

Tercatat ada sebanyak 30 pemasok CPO (Crude Palm Oil) dan PK (Palm Kernel) dan 18 penjual TBS (Tandan Buah Segar) diharapkan ikut berpartisipasi dalam lokakarya tersebut. Lokakarya sebelumnya telah diselenggarakan di Riau dan Lampung serta direncanakan akan berlangsung di Aceh, Jambi dan Bangka tahun ini.

Lokakarya ini diadakan untuk mendukung para pemasok dapat mencapai kemamputelusuran hingga ke kebun (traceability to the plantation) – sebuah inisiatif kunci dalam kebijakan keberlanjutan Sinar Mas Agribusiness and Food – lokakarya tersebut juga bertujuan untuk mengedukasi para pemasok tujuan dari kemamputelusuran, bagaimana melaksanakan kemamputelusuran dalam operational milik mereka dan bagaimana menggunakan informasi yang dikumpulkan untuk meningkatkan produktifitas mereka agar memenuhi harapan pasar lokal dan internasional.

Rangkaian lokakarya ini dinamakan ‘Ksatria Sawit’ yang merupakan singkatan dari Kemamputelusuran Sawit Awal Transformasi Rantai pasok Independen (Petani Independen) dan Agen Sawit.

“Kami menginginkan nama yang dapat menginspirasi tindakan dan mendorong para pemasok bekerja bersama dengan kita untuk membela industri ini dan menunjukan bahwa kelapa sawit Indonesia dapat diproduksi secara berkelanjutan,” tutur Head of Downstream Sustainability Implementation, Daniel Prakarsa dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT.

Sinar Mas Agribusiness and Food melalui kebijakan keberlanjutannya berkomitmen untuk mencapai 100 persen kemamputelusuran hingga ke kebun pada 2020. Saat ini, perusahaan dengan partisipasi para pemasok telah mencapai 62% kemamputelusuran dan diharapkan dapat mencapai 85% kemamputelusuran sampai dengan akhir tahun ini.

“Selama empat tahun terakhir, kami berupaya untuk mewujudkan rantai pasok yang dapat ditelusuri dan berkelanjutan, dimulai dengan kemamputelusuran hingga ke PKS (Pabrik Kelapa Sawit) dan saat ini bergerak ke area perkebunan, sehingga kami dapat memetakan asal pasokan TBS (Tandan Buah Segar) kami,” tandas Daniel Prakarsa. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit