infosawit

Peremajaan Sawit Rakyat Momentum Pembenahan Tata Kelola Perkebunan



Peremajaan Sawit Rakyat Momentum Pembenahan Tata Kelola Perkebunan

InfoSAWIT, JAKARTA - Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), bukan semata-mata mengganti tanaman tua atau salah benih dengan tanaman baru menggunakan benih bersertifikat. Tapi PSR adalah membangun pondasi baru perkebunan kelapa sawit rakyat.

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional dengan tema “Seriuskah Program Peremajaan Sawit Rakyat?” Peremajaan Sawit Rakyat Solusi Peningkatan Produktivitas Sawit Nasional” berlokasi di Jakarta.

Menurut penuturan Menteri Pertanian Periode 2000 – 2004, Prof. Bungaran Saragih, dengan melakukan PSR maka ada banyak hal yang harus dibenahi,  bukan sekadar meningkatkan produktivitas kebun sawit rakyat.

Harapannya lewat PSR juga menjadi ajang pembenahan pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat. “Maka dalam hal ini jangan berpikir mikro, tapi juga berpikir makro,” tegas Bungaran dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (10/7/2019).

Bungaran berharap, dalam program PSR semua permasalahan dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit rakyat bisa segera dibenahi dan tidak muncul lagi di masa mendatang.

“Saya melihat ini salah satu strategi pemerintah untuk mensinkronkan pemerintah pusat dengan daerah. Atas dasar itulah presiden turun langsung ke bawah untuk membenahinya. Ini dilakukan agar sawit rakyat naik kelas dan lebih berkelanjutan,” tutur Bungaran.

Sementara dikatakan Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Antarjo Dikin, dengan melakukan PSR ini maka akan ada banyak hal yang terbenahi. 

Apalagi faktanya pengembangan perkebunan kelapa sawit rakyat semenjak 1980 an banyak dikembangkan di lahan lahan terlantar yang dianggap sulit sebagai lahan pertanian. Tapi buktinya setelah 30 tahun berjalan masyarakat memperoleh manfaatnya, demikian juga kesejehtaraan petani yang meningkat. “Dari yang tidak punya kendaraan menjadi punya kendaraan sekelas pejabat dan bisa menuaikan ibadah haji semua itu karena kelapa sawit,” tandas Antarjo. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit