infosawit

Berkembangnya Sawit Membuat Khawatir Uni Eropa



Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Antarjo Dikin
Berkembangnya Sawit Membuat Khawatir Uni Eropa

InfoSAWIT, JAKARTA – Diakui atau tidak perkebunan kelapa sawit telah mengubah ekonomi masyarakat. Bahkan bukan hanya masyarakat yang merasakan dampak positifnya, tapi juga pemerintah daerah (Pemda) setempat. “Dari kelapa sawit, daerah-daerah tumbuh dan berkembang dan itu bukti nyata,” tutur Sekretaris Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Antarjo Dikin saat membuka Seminar Nasional tentang Peremajaan Sawit Rakyat di Jakarta.

Namun demikian, Antarjo mengakui dengan berkembangnya kelapa sawit rakyat, negara luar seperti negera-negara yang ada di kawasan Uni Eropa merasa terganggu. Padahal negara-negara di Uni Eropa sebelumnya juga melakukan hal yang sama membuka lahan untuk mengembangkan pertanian atau perkebunannya.

“Eropa hanya ingin menang sendiri, padahal mereka (Negara-negara Uni Eropa) untuk menjadi negara maju juga melakukan hal yang sama. Apakah yang dia lakukan juga sesuai dengan skim sustainable?” tanya Antarjo dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (10/7/2019).

Meski begitu, Antarjo mengakui bahwa permintaan akan produk kelapa sawit masih tinggi. Tapi tetap harus dibenahi agar tidak ada lahi celah untuk memojokan produk kelapa sawit.

Contoh nyata yaitu cangkang kelapa sawit yang saat ini bisa dijadikan briket sebagai sumber energi, dan itu permintannya cukup tinggi. Lalu gula dari kelapa sawit dan itu permitaan dari Sumatera Selatan juga lumayan banyak. Hal itu karena gula yang berasal dari kelapa sawit sangat bagus untuk penderita penyakit diabetes.

“Artinya kelapa sawit itu tanaman kehidupan karena semua bagian bisa digunakan, maka tidaklah heran jika kelapa sawit tidak hanya sebagai sumber energi tapi juga untuk pangan,” tandas Antarjo. (T2)

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit