infosawit

Manajemen Produktivitas dan Hama Penyakit Saat Krisis Harga Sawit



Manajemen Produktivitas dan Hama Penyakit Saat Krisis Harga Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Sudah beberapa tahun belakangan ini Indonesia mengalami krisis harga sawit seiring dengan turunnya harga minyak dunia dan harga komoditas lainnya. 

Untuk menyeimbangkan keadaan krisis harga sawit saat ini, pengelolaan sawit harus lebih efisien sehingga menghasilkan produksi tinggi yang berkualitas dan juga berkesinambungan (sustainable agriculture). Namun hal tersebut sering tidak tercapai dimana rendahnya produksi karena penggunaan pupuk yang salah serta rusaknya pohon akibat serangan Ganoderma. Jika hal tersebut dibiarkan berkepanjangan maka perkebunan akan mengalami kebangkrutan.

 

Bagaimana solusinya ?

PKT hadir untuk memenuhi solusi dalam efisiensi kebun dengan penekanan biaya dan mencegah kerusakan kebun. PKT memformulasikan pupuk MOAF® dilakukan secara spesifik (pastinya tepat) dan berkualitas dengan biaya yang terjangkau sesuai dengan krisis harga sawit saat ini.

Adanya pengendali hayati CHIPS® juga dapat membantu pengendalian Ganoderma sehingga memperkecil angka kematian pohon. Semisal pada kebun sawit di  Jambi, dengan jenis tanah PMK, tahun tanam 2010, milik perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta

Pada November 2017 terlihat daun menguning, 3 daun tombak yang tidak membuka, pelepah daun berpatahan, serta terhambatnya perkembangan bunga dan produksi rendah.  Setelah melalui proses analisa dan formulasi, maka Februari 2018 diaplikasikan pupuk MOAF® untuk suplai hara makro dan mikro guna memperbaiki perkembangan vegetatif dan generatif. Pertumbuhan akar baru sudah membaik dan penyerapan hara menjadi lebih optimal setelah 4 bulan aplikasi.

Pengamatan terakhir pada Januari 2019, pohon yang diaplikasi secara rutin dengan MOAF® menunjukkan pertumbuhan vegetatif dan memiliki produksi yang lebih baik dibandingkan blok kontrol lainnya. Seperti yang ditunjukkan pada grafik di samping, dapat dilihat perbandingan jumlah  produksi yang sangat berbeda dengan pohon tanpa penggunaan MOAF®.

Demikian juga terjadi pada kebun sawit yang ada di daerah Langkat, Sumatera Utara, dengan jenis tanah PMK, tahun tanam 2008, milik perusahaan perkebunan kelapa sawit swasta.

Pada Desember 2017 diketahui adanya infeksi Ganoderma dimana terdapat basidiokarp Ganoderma pada pangkal batang, warna daun kuning dan terlihat akumulasi 3 daun tombak yang tidak membuka, serta perolehan produksi yang cukup rendah (banyak bunga jantan). Setelah melalui proses analisa dan formulasi oleh PKT, maka pada April 2018 diaplikasikan MOAF® untuk suplai hara makro dan mikro guna memperbaiki perkembangan vegetatif pohon kemudian dilanjutkan aplikasi CHIPS® 2.1 untuk pengendalian Ganoderma. Setelah 4 bulan aplikasi, serangan Ganoderma terkendali dimana pertumbuhan akar baru sudah membaik sehingga penyerapan hara menjadi lebih optimal.  

Pengamatan terakhir kami pada Februari 2019, pohon yang diaplikasi secara rutin dengan MOAF® dan CHIPS® 2.1 menunjukkan  pertumbuhan vegetatif dan memiliki produksi yang lebih baik dibandingkan blok kontrol lainnya. Untuk informasi lebih lanjut dapat mengakses www.pkt-group.com Telp: (+62) 821-2000-6888.

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit