infosawit

Perkuat Pasar Sawit Domestik, Hilangkan Ketergantungan Pasar Ekspor



Perkuat Pasar Sawit Domestik, Hilangkan Ketergantungan Pasar Ekspor

InfoSAWIT, PADANG - Hingga beberapa dekade ke depan, perekonomian Indonesia masih akan begantung kepada sektor kelapa sawit. Karena itu perlu kebijakan strategis agar industri sawit tetap tumbuh dengan berkelanjutan, termasuk berkelanjutan dalam aspek bisnis.

Tercatat sumbangan devisa ekspor sawit masih mencapai rekor tertinggi pada 2017 lalu yang mencapai US$ 22,77 miliar, lantas pada 2018 mencapai sekitar US$ 21,4 miliar. “Melihat tren harga sepanjang tahun 2019, sumbangan devisa ekspor sawit tahun ini diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan satu atau dua tahun sebelumnya,” kata Ketua Bidang Komunikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Tofan Mahdi, dalam acara Workshop Wartawan dan Humas Pemerintah di Padang, Sumatera Barat, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Saat ini komoditas kelapa sawit kerap dihadapkan pada hambatan dagang dari negara konsumen minyak sawit seperti Uni Eropa, India dan negara lain. Sebab itu supaya tidak terlalu bergantung terhadap pasar ekspor, Tofan menilai penyerapan dalam negeri perlu dioptimalkan. Pihaknya mengapresiasi upaya pemerintah yang telah menjalankan program mandatori biodiesel B20 dan B30 pada awal tahun depan.

Hal senada diungkapkan Division Head Biodiesel and Product Development, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (BPDPKS), Fajar Wahyudi. Fajar optimistis, program mandatori biodiesel akan bisa rampung dalam 3 tahun.

“Penggunaan sawit untuk biodiesel memiliki dampak yang dignifikan yakni menambah lapangan pekerjaan di sektor industri dan perkebunan sawit, meningkatkan demand terhadap CPO, stabilisasi harga CPO dan meningkatkan kesejahteraan petani sawit,” kata Fajar. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit