infosawit

Sebutan 3P Baru Pada P&C Skim Sawit Berkelanjutan RSPO Versi 2018



Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang
Sebutan 3P Baru Pada P&C Skim Sawit Berkelanjutan RSPO Versi 2018

InfoSAWIT, JAKARTA - Dari informasi yang didapat InfoSAWIT, draft Principles and Criteria (P&C) Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) versi 2018 telah disepakati pada General Assembly (GA) ke-15. untuk diterapkan. Kebijakan ini bakal mengadopsi tujuan bersama untuk memperkuat pembangunan sosial, perlindungan lingkungan, dan kemakmuran ekonomi di seluruh rantai pasok minyak sawit berkelanjutan.

Sebelumnya, proses peninjauan P&C RSPO versi 2013 ini sejatinya telah dilakukan secara kolaboratif  oleh multi-pihak. Pada Februari 2018 lalu, seluruh acuan dan elemen yang akan ditinjau dalam P&C RSPO telah disetujui oleh pihak Dewan Gubernur RSPO, termasuk menentukan Steering Group (SG).

Untuk pertama kalinya pada Maret 2017, upaya peninjauan secara resmi dilakukan hingga Oktober 2018. Pada konsultasi publik, pihak sekretariat RSPO menerima hampir sebanyak 11.500 komentar dari  para pemangku kepentingan secara individu yang kemudian ditindaklanjuti, diratifikasi, dan akhirnya disepakati lewat voting pada November 2018 dalam Majelis Umum (GA) RSPO.

Proses peninjauan ini juga menghasilkan pengembangan selanjutnya dari standar tambahan dan terpisah khusus untuk pekebun sawit swadaya, yang akan diratifikasi pada November 2019 mendatang.

Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang mengatakan, pada P&C RSPO terdapat beberapa perubahan terbaru yang membedakan P&C RSPO sebelumnya (versi 2013-red). Perbedaan itu tampak dari tujuan utama 3P yang  telah menjadi dasar penerapan praktik kelapa sawit berkelanjutan versi RSPO.

Sebelumnya, 3P merupakan akronim dari Profit, People, dan Planet, namun di P&C RSPO versi 2018, tujuan utama dalam Profit diubah menjadi Prosperity (kemakmuran). Sehingga strukur baru landasan praktik kelapa sawit berkelanjutan versi RSPO menjadi, pertama adalah dampak sasaran Prosperity (kemakmuran), yakni membuat sektor menjadi lebih kompetitif, berketahanan dan berkelanjutan. “P” pertama ini akan meliputi Prinsip 1, berperilaku etis dan transparan; Prinsip 2, beroperasi secara legal dan menghormati hak; serta Prinsip 3, mengoptimalkan produktivitas, efisiensi, dampak positif, dan ketahanan.

Dampak sasaran selanjutnya, kata Tiur, ialah berkaitan dengan masyarakat (people), yang mendukung supaya masyarakat bisa memiliki mata pencaharian yang berkelanjutan & upaya pengurangan kemiskinan.

Kelompok “P” kedua ini meliputi Prinsip 4, yakni menghormati hak masyarakat dan HAM ,serta menghasilkan manfaat; lantas Prinsip 5, ialah mendukung keikutsertaan petani; dan Prinsip 6, menghormati hak-hak pekerja dan persyaratan kerja.

 

Lebih lengkap baca InfoSAWIT Cetak Edisi Mei 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit