infosawit

Perlu Startegi Nasional bagi Keamanan Pangan Minyak Sawit



Prof Hariyadi dari IPB menjelaskan adanya aturan baru CODEX bagi minyak makanan global.
Perlu Startegi Nasional bagi Keamanan Pangan Minyak Sawit

InfoSAWIT, BOGOR - Prof. Purwiyatno Hariyadi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menjelaskan konsen konsumen dunia saatini terhadap konsumsi minyak makanan termasuk minyak sawit pada acara The 1st Internasional Conference on Sustainable Plantation (ICSP) dengan tema "Better Environtment with better prosperity, harmonization of Humankind and Nature".

Prof Hariyadi dalam presentasinya menjelaskan berbagai standar baru Codex yang wajib dilakukan para produsen minyak makanan. Kendati kewajiban ini bagi anggota, namun keanggotaan Codex sendiri bersifat sukarela. Namun, Prof Hariyadi mengingatkan pentingnya memenuhi standar Codex, dimana standar ini akan digunakan bila ada persoalan perdagangan internasional, seperti sidang WTO.

Menurut Prof Hariyadi, persoalan transportasi dan packaging, masih menjadi persoalan besar bagi minyak makanan berbahan baku minyak sawit mentah (CPO). Sebab itu, industri minyak makanan (refineri) harus berbenah untuk memenuhi keinginan konsumen global.

"Jika industri refineri tidak bisa memenuhi standar Codex, maka permintaan minyak sawit (CPO) dan produk turunannya bisa menurun," ungkap Prof Hariyadi menegaskan kepada InfoSAWIT, Selasa (20/8/2019) di Bogor.

Menurutnya, sebagai produsen terbesar CPO dunia, dimana lebih dari 41% dihasilkan petani kelapa sawit. Sebab itu, penting bagi Indonesia, untuk berbenah segera mungkin, sehingga dapat memenuhi standar Codex yang berlaku universal. (T1)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit