infosawit

Menakar Kelapa Sawit Masuk Tanaman Kehutanan



Menakar Kelapa Sawit Masuk Tanaman Kehutanan

InfoSAWIT, JAKARTA - Gagasan memasukkan kelapa sawit sebagai jenis tanaman kehutanan layaknya karet, sebenarnya sudah muncul beberapa tahun lalu. Perangkat regulasi pun bahkan telah disiapkan Kementerian Kehutanan. Namun, entah kenapa ide tersebut kemudian kandas di tengah jalan.

Sebelumnya gagasan sawit jadi tanaman kehutanan sempat muncul, tepatnya pada 25 Agustus 2011, lewat Peraturan Menteri Kehutanan (Permenhut) No P.62/Menhut-II/2011 Tentang Pedoman Pembangunan Hutan Tanaman Berbagai Jenis pada Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu Pada Hutan Tanaman Industri (IUPHHKHTI).

Pasal 2 Bab Hutan Tanaman Berbagai Jenis, menyebutkan, jenis tanaman tahunan berkayu yang kayunya dapat dimanfaatkan untuk bahan baku industri, dalam pembangunan hutan tanaman berbagai jenis, antara lain karet, kelapa, termasuk kelapa sawit.

Namun demikian lantaran munculnya banyak protes, utamanya dari lembaga nirlaba, akhirnya beleid ini pun ditangguhkan. Kebijakan mengenai pengaturan pengelolaan jenis tanaman campuran dikembalikan ke Surat Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan No. 614 tahun 1999.

Kendati usulan sawit menjadi salah satu komoditas yang bisa dicampur dengan tanaman kehutanan tidak jadi diterapkan, bisa menjadi awalan yang baik guna menguatkan imej kelapa sawit merupakan tanaman yang bisa dikatagorikan sebagai tanaman hutan.

Tentunya dengan syarat, legalisasi izin pembukaan lahan yang sudah memenuhi syarat dan bukan menjadi ajang pemutihan bagi kebun yang bermasalah, akibat pemberian izin yang salah.

Entah bagaimana kemudian kelapa sawit ditolak sebagai tanaman kehutanan, padahal secara fisiologi pohon kelapa sawit tidak jauh berbeda atau bahkan lebih baik dibandingkan dengan pohon-pohon hutan. Ada dugaan ini hanya terkait persaingan dagang antar minyak nabati.

Namun demikian produsen kelapa sawit tidak mesti selamanya menggantungkan diri dari dugaan yang masih butuh pembuktian. Dari hasil riset yang dilakukan Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan merujuk proceeding PORIM International Palm Oil Congress 2009 di Kuala Lumpur, mencatat hasil data yang cukup mengejutkan.

Pada  perbandingan respon eko fisiologi antara perkebun kelapa sawit dengan hutan tropis nampak bahwa kebun sawit memiliki beragam keunggulan lebih dibandingkan dengan hutan tropis.

Misalnya saja karbon yang terkonversi dalam produk biomassa untuk hutan tropis biasa mencapai 9,6 ton CO2/ha/tahun, angka ini masih rendah dibandingkan karbon yang terkonversi di dalam perkebunan kelapa sawit yang bisa mencapai 25 ton CO2/ha/tahun.

Untuk laju fotosintesis hutan tropis mampu mencapai 13-19 µmol CO2/m2/detik, jauh bila dibandingkan dengan laju fotosintesis pada perkebunan kelapa sawit yang bisa mencapai 24 µmol CO2/m2/detik. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah Cetak InfoSAWIT edisi Mei 2019


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit