infosawit

Mencoba Model Transportasi Panen Sawit Lewat Kabel



Mencoba Model Transportasi Panen Sawit Lewat Kabel

InfoSAWIT, JAKARTA - Dengan banyaknya lahan kelapa sawit yang berbukit berakibat pada sulitnya proses pemanenan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, sebab posisi pohon sangat sukar dijangkau oleh kendaraan bermotor, yang bisa dilakukan adalah dengan menggunakan tenaga manusia melalui cara dipikul.

Bila itu dilakukan akan banyak sekali pekerja yang dibutuhkan. Sama halnya dengan perkebunan kelapa sawit yang menggunakan lahan gambut, tentu sangat sulit guna membuat jalur transportasi di lahan tipe ini, pasalnya guna membuat jalan untuk kendaraan bermotor dibutuhkan investasi yang sangat besar.

Oleh karenanya kini hadir teknologi Lasso yang dikembangkan oleh perusahaan Swiss LASSO Technic AG. Dengan pengalaman mengembangkan teknologi kabel Lasso selama 50 tahun lebih menjadikan teknologi ini tidak bisa diragukan lagi.

Dengan kelenturan yang dimiliki kabel Lasso, memudahkan dalam merencanakan pemasangan dalam berbagai bentuk. Rupanya teknologi ini disesuaikan dengan kondisi areal perkebunan yang berbukit curam dan areal gambut yang basah, sehingga proses pemanenan TBS bisa dilakukan tanpa kendala.

Menurut Country Representative LASSO Technic AG, Rein Wuisan, keunggulan teknologi ini ialah bisa berputar selama 24 jam tanpa henti, bahkan posisi dan kedudukan tiang penyangga bisa diubah-ubah posisinya sesuai dengan kebutuhan kebun atau dibuat permanen.

Masih manurut Rein, teknologi kabel Lasso ini bisa mengangkut beban rata-rata 1 ton hingga 20 ton per jamnya. Panjangnya pun bisa melebihi 15 kilometer, yang menjadikan Lasso ini terkenal ialah kemampuannya guna melakukan berbagai tikungan ke berbagai arah baik ke kanan maupun ke sebelah kiri. “Keunggulan teknologi bisa mencapai posisi yang paling sulit,” paparnya kepada InfoSAWIT.

Dengan kemampuan ini, areal kebun yang tadinya tidak bisa dijangkau oleh kendaraan bermotor atau posisinya yang menyulitkan dalam memanen menjadi mudah dengan kabel Lasso.

Guna menerapkan teknologi ini di perkebunan kelapa sawit dibutuhkan investasi sebesar Rp 10 juta/ha, memang terasa mahal namun berdasar perhitungan dari LASSO Technic AG, bila menggunakan teknologi ini per tahunnya perusahaan perkebunan kelapa sawit bisa menghemat biaya sekitar US$ 6.000/ha/tahun.

Perhitungan ini berdasarkan hasil produksi TBS per hektarnya mencapai 30 ton/ ha dengan rendemen minyak sawit sebesar 22%, dan pengambilan TBS untuk lokasi sulit sebesar 10%, terakhir biaya perawatan infrastruktur jalan per hektarenya.

Keunggulan dari penggunaan kabel Lasso ialah memaksimalkan persentase panen TBS, pasalnya kondisi yang tidak bisa dijangkau kendaraan bisa terangkut oleh teknologi ini, dengan aktivitas 24 jam sehari memberikan kesempatan panen TBS secara maksimal termasuk menghemat waktu dan mutu disamping mempercepat proses transportasi panen. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit