infosawit

Buat Harga Minyak Sawit (CPO) Terus Menguat, Perhatikan 4 Hal



Buat Harga Minyak Sawit (CPO) Terus Menguat, Perhatikan 4 Hal

InfoSAWIT, JAKARTA - Kian rendahnya harga jual TBS hasil panen petani seringkali menyebabkan berbagai persoalan bagi masyarakat luas yang menggantungkan hidupnya dari perkebunan kelapa sawit nasional. Sebagian besar masyarakat pedesaan dewasa ini memiliki ketergantungan terhadap hasil budidaya perkebunan kelapa sawit, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit secara nasional seringkali menimbulkan banyak persoalan sosial dan lingkungan sekitarnya. Namun perkebunan kelapa sawit secara nyata juga telah banyak memberikan kontribusi bagi kesejahteraan sosial dan lingkungan di sekitarnya. Sebagian persoalan yang terjadi masih bisa diselesaikan dan selaras dengan kepentingan sosial dan lingkungan itu pula.

Sebab itu kebutuhan masyarakat luas akan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan menjadi kunci sukses pembangunan perkebunan kelapa sawit di suatu daerah. Kendati menghadapi banyak tantangan, perkebunan kelapa sawit secara nasional selalu melakukan banyak perbaikan dan inovasi teknologi yang selaras dengan kebutuhan sosial dan lingkungannya.

Persoalan terbesar yang dihadapi hingga dewasa ini adalah semakin rendahnya harga jual tandan buah segar (TBS). Hal ini telah memukul kehidupan para petani dan perusahaan perkebunan kelapa sawit. Bahkan banyak petani di beberapa daerah sentra perkebunan kelapa sawit sudah mengeluhkan rendahnya harga jual TBS hingga tak lagi menghasilkan keuntungan. Berikut 4 persoalan sawit yang harus diselesaikan:

Pertama, biaya produksi perkebunan kelapa sawit untuk menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) setiap tahunnya kian mahal. Paska tahun 2014. Harga jual hasil panen kian menurun. Kendati beban tambahan dari pengenaan dana CPO Supporting Fund (CSF) sudah di-nol-kan, namun tak mampu mendongkrak harga jual TBS hingga mencapai nilai keekonomiannya. Sejatinya, pengenaan dana CSF tidak berpengaruh terhadap naik atau turunnya harga jual CPO, hanya menambah beban biaya produksi CPO.

Kedua, hukum utama harga jual CPO tetap mengacu kepada besaran akan permintaan dari minyak sawit dan turunannya karena secara global, perekonomian kian melandai dan telah menyebabkan rendahnya permintaan konsumen akan berbagai produk minyak nabati, termasuk minyak sawit. Alhasil, harga jual CPO kian terpuruk akibat rendahnya permintaan pasar. (Editorial Majalah Cetak InfoSAWIT edisi Juni 2019)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit