infosawit

Kelapa Sawit Untuk Kesejahteraan Rakyat



Kelapa Sawit Untuk Kesejahteraan Rakyat

InfoSAWIT, JAKARTA - Perkebunan kelapa sawit tercatat mampu memberikan kontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat. terbukti dari total lahan perkebunan kelapa sawit sekitar 40% dikelola masyaraka,  serta sekitar 17,5 juta orang bekerja di bidang sawit, baik di sektor perkebunan ataupun di sektor industrinya.

Kelapa sawit diprediksi akan terus tumbuh dan berkembang, bahkan pemerintah saat ini mulai menjadikan kelapa sawit sebagai salah satu komoditas strategis, lantaran memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.

Hal ini bisa dilihat dari perkebunan kelapa sawit yang luasnya telah melebihi 14 juta ha, dimana sekitar 40% diusahakan oleh perkebunan rakyat. Bahkan, saat iniada sekitar 17,5 juta orang yang bekerja di bidang sawit, baik dari on farm maupun industrinya.

Kemenetrian Pertanian mencatat, dari perusahaan perkebunan kelapa sawit mampu menyerap tenaga kerja sebanyak kurang lebih 8,2 juta orang. Tenaga kerja yang diserap adalah tenaga kerja sawit rakyat, karyawan perusahaan perkebunan, dan tenaga kerja supplier.

Sayangnya dari 40% perkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh masyarakat, sebanyak 2,5 juta ha telah memasuki masa permajaan lantaran telah melampaui umur teknisnya mencapai 25-30 tahun.

Sebab itu, semenjak 2017 lalu, lewat Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mulai meluncurkan program Peremajaan sawit Rakyat, bertujuan untuk meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat termasuk didalamnya melakukan perbaikan budidaya menuju budidaya sawit berkelanjutan.

Dengan semakin meningkatnya produktivitas perkebunan kelapa sawit milik masyarakat, maka kebutuhan konsumsi minyak sawit bisa terpenuhi dengan baik, tanpa harus dilakukan dengan penambahan areal lahan.

Dengan peremajaan sawit rakyat juga diharapkan bakal mendongkrak perekonomian masyarakat perdesaan, sehingga menjadi salah satu upaya dalam menurunkan angka kemiskinan. Seperti dari hasil riset Universitas Stanford pada 2016lalu, telah terjadi penurunan angka kemiskinan di Indonesia dari 0,41 menjadi 0,391, yang memiliki pengaruh terhadap penurunan Genie Ratio (Indonesia), dimana salah satunya karena sektor kelapa sawit. (Penulis: Anadilla Fahira/ Jurusan Agribisnis 2015, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit