infosawit

Menghadang Tudingan Miring Biodiesel Sawit



Menghadang Tudingan Miring Biodiesel Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Bagi sebagian pihak kebijakan mandatori biodiesel sawit menjadi harapan bagi terbukanya pangsa pasar baru, apalagi Indonesia membutuhkan 360 ribu barrel/hari bahan bakar minyak. Jika saja semua kebutuhan minyak mentah itu diganti dengan minyak nabati dari sawit bakal sangat menghemat devisa Negara.

Salah satu sosok yang cukup konsen mengikuti perkembangan industry biodiesel di Indonesia adalah Paulus Tjakrawan. Sosok tersebut bukanlah orang baru di industry biodiesel nasional, lantaran Paulus menjadi salah satu sosok penting dalam setiap langkah pengembangan kebijakan biodiesel sawit.

Dalam perbincangan ringan dengan InfoSAWIT, belum lama ini, Paulus mengungkapkan untuk penerapan kebijakan biodiesel sawit (B20) sampai triwulan pertama di 2019 telah mencapai 1,5 juta Kilo Liter, dan pembayaran untuk kebijakan mandatori biodiesel tersebut dianggap lancar dan tidak ada masalah.

Hanya saja memang, kata dia, saat ini industri biodiesel nasional kerap menghadapi kendala perdagangan, seperti yang masih berlangsung saat ini adalah tudingan anti dumping dari Amerika Serikat.

Namun demikian pelaku biodiesel sawit nasional tidak tinggal diam begitu saja, lewat penggunaan pengadilan perdagangan di New York, pelaku biodiesel nasional sedang membuktikan bahwa tudingan tersebut tidak sesuai fakta. (T2)

Terbit pada Majalah Cetak InfoSAWIT Edisi Juni 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit