infosawit

KELAPA SAWIT LEBIH HEMAT LAHAN



KELAPA SAWIT LEBIH HEMAT LAHAN

Dalam studi yang diterbitkan Satuan Tugas Kelapa Sawit International Union for Conservation of Nature (IUCN), mencatat bahwa minyak sawit menggunakan lebih sedikit lahan dibandingkan komoditas minyak nabati lainnya. Namun demikian proses produksi berkelanjutan perlu pula diperkuat.

 

Pertengahan Februari 2019 lalu, Satuan Tugas Kelapa Sawit International Union for Conservation of Nature (IUCN) telah merampungkan analisis obyektif tentang dampak kelapa sawit terhadap keanekaragaman hayati secara global, serta menawarkan solusi untuk pelestarian lingkungan. Kepala Satgas Kelapa Sawit IUCN, Erik Meijaard mengungkapkan, hasil studi menyimpulkan bahwa komoditas minyak nabati lainnya membutuhkan lahan sembilan kali lebih besar dibandingkan kelapa sawit.

Dengan demikian, mengganti komoditas kelapa sawit dengan komoditas minyak nabati lainnya, akan secara signifikan meningkatkan total kebutuhan lahan untuk memproduksi minyak nabati non kelapa sawit dalam rangka pemenuhan kebutuhan global atas minyak nabati.

Sementara tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko), Darmin Nasution, di tengah berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri kelapa sawit, utamanya di Indonesia, fakta berbasis ilmiah seperti hasi studi IUCN ini sangat diperlukan untuk memberikan pemahaman kepada publik, terkait pengembangan kelapa sawit di Indonesia.

Pada tahun 2050, diperkirakan kebutuhan minyak nabati dunia sebesar 310 juta ton. Saat ini minyak kelapa sawit berkontribusi sebesar 35% dari total kebutuhan minyak nabati dunia, dengan konsumsi terbesar di India, RRT dan Indonesia. Adapun proporsi penggunaannya adalah 75% untuk industri pangan dan 25% untuk industri kosmetik, produk pembersih dan biofuel.

Temuan lain dalam studi antara lain menunj


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit