infosawit

MEMPERKUAT DIPLOMASI SAWIT



MEMPERKUAT DIPLOMASI SAWIT

Kendati diprediksi membaik, industri kelapa sawit di 2019 diyakini bakal tetap menghadapi tantangan kampanye negatif, maka itu penguatan diplomasi perlu tetap dilakukan, selain upaya menjaga harga minyak kelapa sawit stabil akibat dampak dari faktor eksternal. 

Diplomasi positif dan promosi-promosi dagang sudah sangat meningkat yang telah dilakukan oleh asosiasi-asosiasi yang berkaitan dengan sektor perkebunan kelapa sawit nasional. Peningkatan diplomasi dan promosi tersebut dapat dilaksanakan, lantaran dukungan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) yang menggunakan dana berasal dari pungutan ekspor.

Bersamaan dengan itu, diplomasi dan negosiasi dengan negara-negara lain oleh Pemerintah Indonesia juga sudah sangat meningkat.Terlebih saat ini kampanye-kampanye negatif tentang industri kelapa sawit telah dijadikan kebijakan resmi oleh beberapa negara terutama di wilayah Uni Eropa.

Dewan Minyak Sawit Indonesia (DMSI) sangat menghargai langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah Indonesia dalam melakukan kegiatan promosi dan advokasi. Bahkan, Presiden Jokowi sendiri telah melakukan diplomasi-diplomasi untuk membantah dan menolak kebijakan-kebijakan yang hendak diberlakukan atas perdagangan minyak sawit Indonesia.

Tidak hanya kepala negara, upaya pemberian informasi yang tepat dan sesuai fakta pun dilakukan oleh jajaran kementerian yang dilakukan oleh para menteri terkait dengan menerapkan diplomasi dan upaya-upaya perlindungan terhadap produk andalan Indonesia ini.

Misalnya saja Kementerian Luar Negeri yang nampak san


. . . untuk selengkapnya dapat di baca di majalah infosawit di infosawit store atau berlangganan.

infosawit