infosawit

Pungutan dan Dampak Harga Sawit



Ilustrasi perkebunan kelapa sawit di Indonesia/Dok. ANJ
Pungutan dan Dampak Harga Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Dikatakan anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Fadhil Hasan, menilai kebijakan pungutan ekspor sawit harus dilihat secara objektif, apalagi kebijakan pungutan ekspor sawit memiliki efek yang berbeda terhadap rantai pasok di industri kelapa sawit Indonesia.

Dengan adanya penerapan kebijakan pungutan ekspor sawit mesti diakui ada beberapa pihak yang diuntungkan misalnya harga TBS sawit petani yang kembali membaik, lantas perusahaan perkebunan kelapa sawit yang mengolah CPO (tidak memiliki industri hilir) memperoleh dampak positif dari kebijakan tersebut.

Tapi tidak dengan industri hilir sawit yang justru menghadapi tantangan tatkala kegiatan pungutan ekspor sawit untuk sementara ditiadakan akibat harga yang masih rendah.

Contohnya produk olahan minyak sawit Malaysia lebih diuntungkan dibandingkan dengan produk olahan minyak sawit dari Indonesia, lantaran kata Fadhil, di India harga minyak sawit olahan Malaysia lebih murah 5% dibandingkan dengan produk olahan minyak sawit asal Indonesia. “Perusahaan yang menghasilkan produk turunan minyak sawit merasa dirugikan,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta. (T2)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juni 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit