infosawit

Saat UD Lestari Menembus Praktik Sawit Berkelanjutan



Saat UD Lestari Menembus Praktik Sawit Berkelanjutan

InfoSAWIT, JAKARTA - Jumadi memang tak pernah bermimpi menjadi seorang petani kelapa sawit. Kehidupan yang dijalani setiap hari hanya membantu kedua ortang tuanya merawat kebun sawit milik keluarganya. Lantaran orangutan Jumadi sebagai peserta petani PIR Trans di daerah Bandar Masilam, Simalungun, Sumatera Utara sejak tahun 1982 silam.

Sewaktu muda, Jumadi sempat bekerja sebagai karyawan di PTPN 5, sejak tahun 1996 silam. Sebagai karyawan PTPN 5 ditekuninya selama 8 tahun, hingga bergabung dengan saudara-saudara yang lainnya, membentuk kelompok petani sawit mandiri. Tahun 2008, Jumadi memulai perjuangannya melalui kebun sawitnya seluas 2 hektar dalam kelompok taninya.

Usaha Dagang Lestari (UD Lestari) yang dimiliki Haji Girun, merupakan tempat kelompok petaninya bergabung. Sebagai pemasok Tandan Buah Segar (TBS) masyarakat kepada Pabrik Kelapa Sawit (PKS) milik perusahaan perkebunan, Usaha dagang ini, mampu memasok hingga 6000 ton TBS per bulan, bahkan saat panen raya hingga 15 ribu TBS per bulan.

Dahulu, UD Lestari bertumbuh sebagai mitra PTPN 3, dimana keberadaannya selalu memasok kebutuhan PKS milik korporasi PTPN 3. Namun, seiring berjalannya waktu, kemampuan UD Lestari ini, juga mampu memasok kebutuhan TBS beberapa PKS milik swasta yang berada disekitarnya.

Termasuk upaya untuk mengelola perkebunan kelapa sawit menjadi berkelanjutan, berlandaskan prinsip dan kriteria Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Keberadaan platform RSPO yang semula mereka lakukan, bekerjasama dengan PTPN 3, namun seiring berjalannya waktu, mereka mampu mengerjakannya secara mandiri.

“Seharusnya, PTPN 3 tetap bermitra bersama kami, namun adanya perubahan manajemen perusahaan, maka kami juga harus bisa berkembang sendiri,”ungkap Jumadi. (T1)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juni 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit