infosawit

Cegah Kebakaran Lahan, Perusahaan Kelapa Sawit Anggota RSPO Dipantu Lewat GeoRSPO



Cegah Kebakaran Lahan, Perusahaan Kelapa Sawit Anggota RSPO Dipantu Lewat GeoRSPO

InfoSAWIT, JAKARTA -  Hingga saat ini perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) di Malaysia tercatat masih dihadapkan pada regulasi Official Secrets Act 1972 (OSA), sehingga pihak RSPO tidak bisa memantau perkembangan hot spot di sekitar perkebunan dan pabrik kelapa sawit mereka.

Dikatakan Chief Executive Offricer RSPO, Darrel Webber, pihaknya telah meminta kepada para perkebunan kelapa sawit di Malaysia untuk bisa merilis peta yang menunjukkan batas-batas perkebunan kelapa sawit milik perusahaan semenjak tahun 2013 lalu, dan bisa diterbitkan di halaman web GeoRSPO-nya mulai tahun 2017.

Namun demikian kondisi berbeda justru dilakukan perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota RSPO dari Indonesia, dimana perusahaan perkebunan kelapa sawit dari Indonesia telah merilis peta batas-batas perkebunan kelapa sawit yang dikelola, sehingga bisa dipantau secara ketat terkait terjadinya kebakaran lahan dan hutan.

Dikatakan Direktur RSPO Indonesia, Tiur Rumondang, dalam konteks publikasi Peta, Indonesia sudah lebih transpaaran dibandingkan perusahaan perkebunan dari Malaysia. “Karen anggota RSPO di Indonesia sudah menerbtikan Peta konsesinya sementara Malaysia baru wilayah Sabah,” katanya kepada InfoSAWIT belum lama ini.

Pemanatauan lewat aplikasi website GeoRSPO menjadi sangat penting guna melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan, termasuk mamastikan perkebunan kelapa sawit yang dikelola tidak berada di atas areal berstatus kawasan hutan. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit