infosawit

0,4% Produk Minyak Sawit Bersertifikat Di Dunia Dari Petani



0,4% Produk Minyak Sawit Bersertifikat Di Dunia Dari Petani

InfoSAWIT, JAKARTA - Kendati baru sedikit, petani kelapa sawit swadaya tercatat mampu menjadi bagian minyak sawit berkelanjutan di dunia. sebab itu masih dibutuhkan kerja keras semua pihak supaya petani swadaya  mampu mengimplementasikan standar minyak sawit berkelanjutan.

Pelan tapi pasti, petani kelapa sawit swadaya terus berusaha menjadi bagian dari rantai minyak sawit berkelanjutan. Hingga tahun 2019, ada sekitar 26 Kelompok petani Swadaya dengan luas mencapai 11,917 ha, melibatkan petani sekitar 4.379 petani.

Meskipun kecil, namun petani sawit swadaya di Indonesia telah berkontribusi sekitar 35.136 ton minyak sawit mentah (CPO) dan 3.577 ton minyak sawit inti (PKO) bersertifikat setiap tahun di pasar global.

Jika membandingkan luasan kebun petani sawit swadaya di Indonesia yang mencapai 4 juta ha, maka tentu pencapaian sertifikasi oleh petani sawit swadaya ini sangat jauh, dan dibutuhkan kerja keras semua pihak untuk bersama-sama mendukung dan membantu petani swadaya mengimplementasikan standar minyak sawit berkelanjutan.

 

Kelompok Petani Swadaya Anggota RSPO

Pencapaian petani sawit swadaya di Indonesia adalah bukti bahwa petani sawit swadaya dengan semua kelemahannya dan keterbatasannya ternyata mampu mengimplementasikan standar minyak sawit berkelanjutan, kendati standar minyak sawit tersebut sangat sulit di terapkan ketika terbentur faktor eksternal.

Namun Sejak tahun 2013 lalu hingga saat ini perlahan namun pasti, satu persatu kelompok petani sawit swadaya mendapatkan sertifikat berkelanjutan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), dan akan terus meningkat dari tahun ketahun.

Sertifikasi RSPO adalah salah satu model standar yang paling diminati oleh petani swadaya, bukan hanya karena adanya progress perubahan prinsip dan kriteria (P&C) yang menggunakan pendekatan bertahap, incentive yang disediakan melalui penjualan sertifikat adalah hal yang paling menarik bagi petani swadaya.

Saat ini, ada 10 pembeli sertifikat petani swadaya dengan nilai jual produk mencapai US$ 700.000/tahun. Dana yang diterima oleh Kelompok Petani yang bersertifikat digunakan oleh petani untuk mengelola Sistem Pengendali Internal (ICS), pembiayaan surveillance, pelatihan anggota, incentive untuk anggota dan pembiayaan untuk pemulihan lingkungan.

Dalam 10 tahun kedepan, sertifikasi RSPO akan makin menarik bagi petani swadaya, terutama ketika lahirnya inisiatif RSPO untuk membuat Prinsip dan Kriteria untuk petani swadaya lebih sederhana, dan direncanakan standar tersebut telah dapat digunakan tahun 2020. Selain itu juga telah dirumuskanya dokumen “Share Responsibility” untuk semua pihak yang berkepentingan terhadap minyak sawit berkelanjutan untuk mendukung secara penuh implementasi minyak sawit berkelanjutan oleh petani sawit swadaya.

Pada masa ini, semua petani memiliki kesempatan besar untuk masuk dan menjadi bagian dari pelopor minyak sawit berkelanjutan di dunia, dengan syarat utama, petani swadaya tidak menanam kelapa sawit diwilayah illegal atau tidak diperuntukkan untuk kelapa sawit dan petani memiliki komitmen penuh atas No Deforestasi, No Peat, No Exploitasi.

Ketika petani swadaya berbondong-bondong masuk dalam system sertifikasi, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan mengenai insentif, yakni pertama, insentif melalui dukungan pembeli dan konsumen luar negeri terhadap produk minyak sawit bersertifikat yang dihasilkan oleh petani swadaya. (Rukaiyah Rafik /Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (Fortasbi)  & Direktur Yayasan Setara Jambi)

 

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juli 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit