infosawit

Biodiesel Sawit Untuk Pembangkit Listrik Butuh Investasi Rp 10 Triliun



Biodiesel Sawit Untuk Pembangkit Listrik Butuh Investasi Rp 10 Triliun

InfoSAWIT, JAKARTA - Dikatakan Kepala Badan Litbang ESDM, Dadan Kusdiana, peningkatan serapan biodiesel untuk di pasar domestik dilakukan dengan dua cara, pertama dengan mengoptimalkan pemanfaatan biodiesel berasal dari minyak sawit mentah untuk pasokan bahan bakar di pembangkit listrik maupun industri. Kedua, mendorong penggunaan green fuels yakni diantaranya, green diesel, green gasoline, greem avtur dan lainnya.

Hanya saja diakui Dadan, perluasan pemanfaatan minyak sawit memiliki tantangan yang perlu segera ditangani, misalnya potensi penyerapan biodiesel berbasis minyak sawit dalam bentuk FAME maupun minyak sawit murni (Pure Palm Oil/PPO) di sektor pembangkit listrik dibutuhkan sekitar 1,23 juta Kl.

Namun demikian faktanya penggunaan biodiesel untuk pembangkit listrik yang sudah eksisting butuh dilakukan modifikasi dengan biaya mencapai 10% sampai 15% dari belanja modal awal (Capex). Sebab itu dengan ketersediaan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebanyak 4.969 unit diperkirakan membutuhkan investasi mencapai Rp. 5-10 triliun.

Selanjutnya dengan upaya pengembangan green  fuels dengan menerapkan proses Hydrogenated Vegetable Oil (HVO) yang mana pada 2020 mampu mencapai 0,1 juta Kl dan akan ditingkatkan menjadi 3,8 juta Kl pada 2030. “Harga jual HVO diperkirakan mencapai Rp 16 ribu/liter, berarti ada kebutuhan subsidi sekitar Rp 36,3 triliun pada tahun 2030,” catat Dadan. (T2)

Terbit pada Majalah InfoSAWIT Cetak Edisi Juli 2019

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit