infosawit

Petani Sawit Swadaya Hadapi Kendala Mengikuti Program PSR



Petani Sawit Swadaya Hadapi Kendala Mengikuti Program PSR

InfoSAWIT, JAKARTA - Dikatakan Direktur Penghimpunan Dana, BPDP-KS, Herdrajat Natawijaya, penyaluran Dana PSR semenjak 2017-2019 telah mencapai sebanyak Rp. 706,90 miliar, dengan luas lahan sekitar 28.276 Ha. Jika rata-rata petani memiliki lahan sekitar 2 ha, maka penyaluran dana itu telah melibatkan sebanyak 14 ribu petani.

Diakui Herdrajat, program PSR bila merujuk tujuannya maka lebih diprioritaskan untuk petani swadaya (mandiri), lantas baru menyasar petani plasma (kemitraan), ini dilakukan lantaran PSR tidak hanya sebagai upaya memperbaiki produktivitas kebun sawit tetapi juga memperbaiki tata kelola perkebunan kelapa sawit nasional.

Harapannya dengan PSR pengembangan kebun sawit rakyat menjadi lebih tertata dan terdata dengan baik, sekaligus memastikan apsek legalitas lahan yang dikelola pekebun sesuai aturan dan tidak menggunakan areal kawasan hutan.

Dalam catata BPDP-KS luas lahan yang dikelola petani swadaya mencapai 1,5 juta ha dan sudah masuk masa peremajaan. Sementara lahan yang dikelola petani plasma mencapai 0,9 juta ha dimana sekitar 0,3 juta ha sudah masuk masa peremajaan.

Jelas bahwa luas lahan petani swadaya lebih banyak areal yang mesti segera diremajakan ketimbang areal yang dikelola petani plasma. Hanya saja, merujuk kesiapan untuk memasuki proses peremajaan sawit rakyat, petani swadaya lebih banyak kendalanya dan kurang siap, seperti luas lahan yang bervariasi, berpencar, usaha sendiri, pada umumnya legalitas lahan masih berupa Surat Keterangan Tanah (SKT), atau SPPT. “Padahal aspek legalitas menjadi salah satu syarat dalam mengikuti program PSR,” kata Herdrajat kepada InfoSAWIT, di Jakarta belum lama ini. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT cetak edisi Juli 2019


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit