infosawit

Pemerintah Tetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kelapa Sawit



Pemerintah Tetapkan Rencana Aksi Nasional (RAN) Kelapa Sawit

InfoSAWIT, KUTA - Dalam menghadapi peraturan internasional terkait pembatasan produksi kelapa sawit, seperti yang diterbitkan Uni Eropa lewat regulasi Kebijakan Energi Terbarukan (Renewable Energi Directive/RED) II dan Implementasi Peraturan (Delegated Regulation/DR), pemerintah Indonesia bersama pemangku kepentingan terkait telah membentuk FoKSBI (Forum Kelapa Sawit Bekelanjutan Indonesia) untuk memperkuat kerja sama berbagai pihak.

Kepala Biro Advokasi Perdagangan Kementerian Perdagangan, Sondang Anggraini menjelaskan, FoKSBI bertujuan mempercepat pembangunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia melalui peningkatan kerja sama para pemangku kepentingan (multi-stakeholder). “Yaknipemerintah, pelaku usaha (pengusaha dan pekebun), asosiasi, serta organisasi sosial kemasyarakatan,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (7/10/2019).

FoKSBI juga memiliki fungsi dalam merumuskan RAN (Rencana Aksi Nasional) KSB (Kelapa Sawit Berkelanjutan) serta memantau implementasi RAN KSB. Dalam diskusi ini, Presiden Direktur Daemeter, Aisyah Sileuw, yang merupakan konsultan lingkungan turut hadir dan menyampaikan terkait dengan RAN KSB. Aisyah mengatakan, salah satu tujuan dari RAN KSB ini sebagai sebuah dokumen acuan bagi berbagai pemangku kepentingan dalam pelaksanaan pembangunan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan di Indonesia .

Dalam penyusunan RAN KSB terdapat beberapa komponen utama seperti penguatan data, koordinasi, dan infrastruktur; peningkatan kapasitas dan kapabilitas pekebun; pengelolaan dan pemantauan lingkungan; tata kelola perkebunan dan penanganan sengketa; serta pelaksanaan sertifikasi ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) dan akses pasar. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit