infosawit

Perusahaan Sawit BGA Group, GAPKI Kalbar dan Sinar Mas Peduli Dampak Karhutla



Perusahaan Sawit BGA Group, GAPKI Kalbar dan Sinar Mas Peduli Dampak Karhutla

InfoSAWIT, JAKARTA – Selama periode musim kemarau tahun 2019 ini telah memunculkan bencana kebakaran hutan dan lahan, tidak hanya itu kebakaran tersebut juga telah menyebabkan kabut asap yang mencemari kualitas udara dan berdampak pada kesehatan.

Menyikapi situasi ini salah satu perkebunan kelapa sawit nasional Bumitama Gunajaya Agro Group, melalui kegiatan Bakti Sosial Bumitama, membagikan 8.000 masker kepada masyarakat yang terdampak kabut asap disertai dengan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan dan lahan. Selain itu BGA juga membagikan masker serta 3.000 paket nutrisi tambahan untuk sekolah-sekolah yang berada diarea yang rentan terkena kabut asap.

Pada kegiata ini bersama dengan pemerintah setempat, menyediakan tenaga medis dari pihak Kecamatan sebanyak 1 dokter, 6 perawat, 3 bidan, 1 apoteker 1. Sementara Perwakilan tenaga medis dari PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA) sebanyak 1 dokter dan 2 perawat.

Dari informasi yang didapat InfoSAWIT, belum lama ini, Bakti sosial BGA Peduli Dampak Kabut Asap ini dilaksanakan selama bulan September oleh tim departemen support dan operasional BGA, pada 5 September 2019, di kabupaten Ketapang, titik 1 di Simpang Polres Ketapang, titik 2 di Simpang RS. Agoes Djam, 7 September 2019,  di kecamatan Sungai Melayu Rayak.

Lantas pada 10 September 2019 diadakan di sekolah-sekolah Kecamatan Nanga Tayap (Wil 8), 17 September 2019 di kecamatan Marau dan pada 23 September 201 di sekolah-sekolah Kecamatan Kendawangan

Aksi tanggap BGA terhadap adanya kabut asap di Kalbar berlanjut dengan pelaksanaan program Bakti Sosial Pengobatan Dampak Asap tanggal 21 September 2019 yang di laksanakan di Posko 1 Kecamatan Muara Pawan Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat oleh GAPKI Kalbar, BGA, Sinarmas dan Yayasan Tzu Chi Indonesia dari Sinarmas berjalan lancar. Pelaksanaan pengobatan gratis di laksanakan dari pukul 08.00 - 16.00. Jumlah pasien yang di tangani dalam kegiatan tersebut sejumlah kurang lebih 467 pasien.

Kegiatan bertajuk “Baksos Pengobatan Dampak Asap” ini menyasar 700 masyarakat di sekitar Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang. Koordinator Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Wilayah Ketapang, Riduan menjelaskan kegiatan ini dilakukan di Kantor Kecamatan Muara Pawan, Jl Ketapang-Siduk KM 17.

“Peserta yang kita targetkan sebanyak 700 orang untuk bisa mendapatkan layanan kesehatan ini. Tapi, bagi pasien yang tidak mendapatkan kupon, akan tetap dilayani. Layanan kesehatan ini dibatasi hingga pukul 16.00 WIB,” kata Riduan.

Dalam baksos tersebut GAPKI Kalbar membawa tenaga medis masing-masing dari Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia sebanyak  3 dokter dan 3 apoteker, 2 dokter dan 4 perawat dari perkebunan Sinarmas.

Harapannya kegiatan ini bakal mampu membantu masyarakat yang mengalami masalah kesehatan. Apalagi dalam peristiwa kabut asap kebakaran hutan dan lahan, masyarakat rentan menghirup partikel sangat kecil yang bisa menembus hingga ke dalam paru-paru yang dapat mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasan.

“Kesehatan merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan karena akan mendasari peningkatan kualitas dan kuantitas hidup seseorang dalam bermasyarakat. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tentu akan sangat sulit baginya untuk beraktivitas, apalagi di saat kondisi cuaca yang tidak sehat. GAPKI peduli dengan hal tersebut dengan memberikan pelayanan kesehatan ini termasuk bisa dimanfaatkan masyarakat yang kesehatan terganggu karena asap,” ujar Riduan.

Sementara untuk di kawasan Internal perusahaan Tim Dokter dan klinik turut serta dalam membagikan masker kepada karyawan dan siswa serta guru di sekolah Bumitama. Kegiatan yang dilaksanakan di sekolah  berupa pemberian vitamin, penyuluhan dampak asap serta edukasi mengenai cara menggunakan masker yang baik dan benar untuk para murid sekolah Bumitama.

Camat Muara Pawan, Maisir menilai, kegiatan ini sangat positif  dan berguna bagi masyarakat akibat kabut asap, untuk kesehatan anak-anak bahkan para bapak ibu rentan terkena ISPA.

Maisir juga berpesan kepada seluruh warga yang hadir untuk menghindari membuka lahan dengan cara membakar apalagi yang dilakukan di musim kemarau. “Itu ada UU yang melakukannya bisa kena hukuman. Jadi jangan main-main dengan api,” tandas dia.

VPA Perkebunan Sinar Mas Kalimantan Barat, Junaidi, Kegiatan ini diinisiasi oleh GAPKI Kalbar yang didukung Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia Perwakilan Sinar Mas, Sinar Mas Agribusiness and Food, dan Bumitama Gunajaya Agro.

“Izinkan kami memberikan perhatian pada kesehatan masyarakat di sini. Jika meminjam istilah dari Tzu Chi yang bilang kita ini berjodoh. Kami berbakti pada masyarakat, dan masyarakat mau dilayani oleh kami. Maka inilah bentuk cinta kasih. Semoga kegiatan ini bisa bermanfaat,” kata Junaidi.

Satu di antara warga Kecamatan Muara Pawan, Solha (42) mengaku dampak kabut asap memang sangat dirasakannya. Beberapa pekan ini, ia mengalami batuk begitu pula dengan sang suami. Keluhan masalah kesehatan ini kepada petugas medis di posko layanan kesehatan.

“Saya sampaikan juga sakit asam urat. Jadi tadi diberikan obat dan vitamin. Kalau bagi kami warga yang kurang mampu, kegiatan ini sangat membantu sekali. Terimakasih ada kegiatan ini dan semoga lebih sering,” ujar ibu dengan lima anak ini. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit