infosawit

Wakil Menlu RI : Minyak Sawit Terbaik Bagi Minyak Nabati Dunia



Wakil Menlu RI : Minyak Sawit Terbaik Bagi Minyak Nabati Dunia

InfoSAWIT, NUSA DUA - Adanya perubahan pola kehidupan global, secara nyata ikut berpengaruh terhadap tingkat kenyamanan kehidupan suatu negara. Termasuk negara-negara tujuan ekspor maupun produsen minyak sawit.

Perundingan CEPA akan di review supaya memiliki keseimbangan.  Akan dilihat secara menyeluruh terhadap lingkungan dan sosial. Jangan melihat hanya satu sisi saja. Seperti ILUC yang tidak scientific. Harus dilihat komprehensif terhadap semua produk minyak nabati. "Harus dilihat secara komprehensif terhadap semua produk minyak nabati," katanya.

Pasar global bukan hanya Pasar Uni Eropa, melainkan pasar dunia yang harus dibutuhkan masyarakat dunia. "Jika konsumsi masyarakat dunia dipenuhi dari minyak nabati lainnya, maka penggunaan lahan akan lebih banyak.l, dibandingkan minyak sawit,"katanya kepada InfoSAWIT, Jumat (1/11/2019) di Bali.

Bukan hanya Pasar Uni Eropa, yang sudah memasuki sunset. Tapi semua produk  WTO bukan pilihan tapi keharusan untuk menuntut negara yang tidak melakukan kebijakan dengan fair. Amerika Serikat dan Uni Eropa, harus digugat akan perdagangan biodiesel.

Langkah-langkah lain juga melakukan pendekatan dan gugatan. Secara fair, mengembangkan standar berkelanjutan bagi semua minyak nabati.

Indonesia juga harus menjamin meningkatnya kebutuhan konsumsi global, melalui peningkatan produksi minyak sawit yang berkelanjutan," tandasnya.

Pasar terbesar minyak sawit dunia adalah Indonesia. Kedua, negara India dan seterusnya. Kebutuhan terbesar yang harus dipenuhi pasar minyak sawit adalah Indonesia. Dengan mandatori penggunaan Biodiesel kedepan, maka peningkatan konsumsi minyak sawit menjadi lebih besar.

Pendekatan kepada negara-negara tujuan ekspor, maka kerjasama bilateral akan jadi basis perdagangan Indonesia di masa mendatang. (T1)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit