infosawit

Saatnya Mengubah Komitmen Minyak Sawit Berkelanjutan Menjadi Aksi



CEO RSPO, Datuk Darrel Webber (tengah)
Saatnya Mengubah Komitmen Minyak Sawit Berkelanjutan Menjadi Aksi

InfoSAWIT, BANGKOK – Saat ini komitmen minyak sawit berkelanjutan telah diterapkan para pihak yang menjadi anggota di Rundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Hanya saja kata CEO RSPO, Datuk Darrel Webber, saat membuka acara 17th Annual Meeting RSPO (RT17) di Bangkok, sudah saatnya RSPO melakukan tindakan yang berbasis solusi, yakni solusi untuk berbagi pasar dan tanggung jawab.

Artinya, kata Darrel, saat ini produsen minyak sawit menganggap telah bekerja dan menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan, namun sayangnya hasil kerja keras pelaku perkebunan kelap sawit tersebut tidak diterima dengan pembelian produk minyak sawit di pasar. “Kerja keras pelaku perkebunan tidak ada yang mau membayar dan menghargainya. Produsen kelapa sawit menganggap para konsumen tidak mengakui kerja keras mereka,” katanya.

Sementara kata Darrel, sektor konsumen minyak sawit menganggap para produsen minyak sawit banyak maunya, dan masih kurang menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan. Bila ini terus berlangsung maka sudah saatnya produsen dan konsumen untuk duduk bersama dan membicarakannya.

Konsumen beralasan tidak menggunakan merek dagang RSPO karena tidak ada permintaan di tingkat pasar. Namu demikian kata Darrel, yang sebelumnya berkarir menjadi marketing hingga sales. Proses membuat konsumen bisa menerima produk baru bisa dilakukan.

Bisanya dalam konteks dagang di supermarket, produk merek branded akan ditempatkan di rak sebelah kiri, Karen kebiasaan pembeli melihat dari kiri ke kanan, sebab itu untuk produk berkelanjutan bisa dilakukan hal yang sama. “Karena para pembeli bisa diarahkan secara logika dan memodifikasi emosi dengan cara-cara tertentu, atau produk bisa ditempatkan di dekat kasir,” kata Darrel.

Sebab itu alasan tidak ada pembeli untuk produk minyak sawit berkelanjutan, bukan lagi sebuah alasan. Darrel juga menyayangkan kenapa justru para retailer lebih membuat produk dengan label Palm Oil Free.

Maka itu sudah saatnya semua pihak untuk bekejasama dan berjalan beriringan untuk menuju minyak sawit berkelanjutan menjadi norma, dengan mengubah komitmen menjadi tidakan nyata. (T2)  


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit