infosawit

Saatnya Menjaga Keseimbangan Suplai & Pasar Minyak Sawit



Saatnya Menjaga Keseimbangan Suplai & Pasar Minyak Sawit

InfoSAWIT, JAKARTA - Rentannya harga jual CPO terus menurun, memang tak terelakan, lantaran pasar minyak sawit mentah (CPO) Indonesia sangat bergantung kepada permintaan pasar global. Apalagi dibeberapa negara tujuan ekspor cenderung resisten terhadap produk CPO.

Resistensi tersebut nampak dari muculnya hambatan perdagangan terhadap CPO dan produk turunannya. Mulai dari hambatan tarif hingga non tarif, silih berganti.

Di sisi lain, geliat pasar domestik yang diharapkan mampu menyerap maksimal produksi CPO nasional, juga tak kunjung sesuai harapan. Sementara, produksi CPO nasional cenderung meningkat setiap tahunnya. Akibatnya, terjadi over suplai, ditambah adanya persaingan dengan minyak lainnya, alhasil harga jual CPO tertekan di pasar internasional.

Kejatuhan harga CPO tersebut telah menjadi bumerang bagi pertumbuhan industri sawit nasional. Tak hanya berpotensi merusak tatanan bisnis semata, melainkan dapat pula merusak perawatan hingga pokok tanaman sawit itu sendiri. Di sisi lain, tuntutan pasar akan minyak sawit berkelanjutan juga terus bertumbuh, seiring tumbuhnya populasi dunia.

Sebagai gambaran, kejadian pada penerimaan Juli 2019, harga CPO kembali terjatuh hingga RM 1983 atau sekitar US$ 475 per ton, dengan menggunakan kurs 1 US$ = RM 4,17/Dolar Amerika. Kejatuhan harga ini, juga sebagai bagian dari sentimen negatif akan terjadinya perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina yang berujung kepada pengenaan pajak ekspor bagi produk-produk Cina yang masuk ke pasar Amerika Serikat.

Akibat menurunnya harga CPO, berbagai aktivitas perkebunan banyak mendapatkan hambatan. Berkurangnya pendapatan yang diterima pekebun dari menjual hasil panennya, menjadi pemicu utama dari melesunya aktivitas perkebunan kelapa sawit. Alhasil, hasil panen Tandan Buah Segar (TBS), ikut anjlok di kemudian hari.

Pemilik perkebunan kelapa sawit, baik petani maupun perusahaan perkebunan kelapa sawit, sama-sama tidak bisa melakukan banyak aktivitas perawatan yang menjadi rutinitasnya. Perawatan kebun dan pemeliharaan pokok tanaman yang membutuhkan dana lumayan besar, cenderung terabaikan saat harga jual CPO terjungkal.

Menjaga pasar minyak sawit yang sudah ada, serta membuka berbagai peluang terciptanya pasar baru, juga menjadi kunci keberhasilan bagi minyak sawit Indonesia. Termasuk upaya promosi minyak sawit di pasar global, sekaligus dukungan kuat dari Pemerintah Indonesia. (Editorial majalah InfoSAWIT cetak Edisi Agustus 2019) 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit