infosawit

Akademisi : Kawasan Terbuka Rawan Karhutla



Akademisi : Kawasan Terbuka Rawan Karhutla

InfoSAWIT, JAKARTA - Produktivitas suatu kawasan sangat menentukan banyaknya titik api (hotspot). Umumnya semakin tidak produktifnya satu kawasan seperti  kawasan terbuka atau open access yang tidak dibebani izin pengelola,  hotspot semakin banyak.

Prof. Dr. Dodik Ridho Nurrachmad, Wakil Rektor IPB mengatakan, kecil kemungkinan suatu kawasan produktif seperti perkebunan sawit terbakar dan punya banyak hotspot. “Kalau pun itu ada, harus dilihat motif dan modusnya” kata dia dalam seminar bertema “Penanggulangan Karhutla berbasis Masyarakat” yang diadakan di Jakarta, Selasa (12/11/2019) dihadiri InfoSAWIT.

Dodiek menyarankan Pemerintah tidak menutup opsi lain dalam restorasi lahan gambut. Selain Pembasahan gambut (rewetting)  sebaiknya opsi pemadatan dibuka.  Menurut Dodiek, ada sejumlah alasan perlunya opsi lain, salah satunya untuk mencegah kebakaran.

 Menurut Dodiek, rewetting juga tidak menjamin tinggi muka air bisa sama yakni 0,4 m, terutama di perkebunan sawit rakyat. Hal ini karena usia sawit khususnya sawit rakyat berbeda-beda serta bentuk kanal yang tidak beraturan.

”Iitu masalahnya. Pada kebun sawit usia 10 tahun mungkin ketinggi 0,4 m cukup. Namun bagi sawit yang baru ditanam, pasti akan terendam dan sulit tumbuh,” kata dia.

Menurut Dodiek, kedua tehnik ini bisa dipergunakan dengan memperhitungkan subsidensi, besaran karbon yang keluar serta kelembaban tanah.

“Pemadatan juga punya sisi baik. Dengan tehnik ini kebakaran hanya terjadi dipermukaan. Kapilaritas yang sempit akan mendorong air naik ke permukaan sehingga tanah lembab.  Ini akan memotong salah satu sumber kebakaran di segitiga api sehingga potensi kebakaran di  bawah permukaan tanah sangat kecil, “  jelas Dodiek.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK Raffles Panjaitan mengatakan pihaknya akan membentuk 1.200 desa rawan karhutla dan mengajak masyarakat berpatisipasi.

Nantinya BPPT akan membuat teknologi yang akan disesuaikan dengan kondisi wilayah. Teknologi ini akan memberikan sinyal jika ada karhutla.

Selain BPPT, KLHK  sudah berkoordinasi dengan Kementerian Desa Pembangunan dan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Keuangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit