infosawit

Pangsa Pasar Minyak Sawit Indonesia di Uni Eropa Capai 47%



Pangsa Pasar Minyak Sawit Indonesia di Uni Eropa Capai 47%

InfoSAWIT, JAKARTA - Berdasarkan catatan Delegasi Uni Eropa, impor dalam lima tahun terakhir relatif stabil dengan rata-rata 3,5 juta ton atau senilai € 2,2 miliar per tahun. Pangsa pasar minyak sawit Indonesia di Uni Eropa tetap yang terbesar yakni mencapai 47%.

Dikatakan Kuasa Usaha Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunai Darussalam, Charles-Michel Geurts, pada dasarnya pihak Uni Eropa sangat mendukung pengembangan minyak sawit berkelanjutan (Sustainable Palm Oil), lantaran  kunci penting pengembangan perkebunan kelapa sawit adalah untuk mendukung pengentasan kemiskinan. “Apalagi sebanyak 17 juta orang bergantung hidup dari kelapa sawit,” katanya belum lama ini di Jakarta.

Namun sayangnya kata Geurts, munculnya kebijakan tentang biodiesel sawit di Uni Eropa justru ditanggapi negatif oleh pihak produsen minyak sawit dan memunculkan anggapan Uni Eropa mengganjal pasar biodiesel Indonesia ke Uni Eropa.

Padahal pihaknya tidak ada niatan untuk melakukan hal tersebut, apalagi Uni Eropa adalah pasar kedua terbesar bagi minyak sawit asal Indonesia setelah India dan diatas China. ”Tidak ada hambatan perdagangan atau undang-undang diskriminatif terhadap minyak sawit,” katanya kepada InfoSAWIT, pada awal September 2019 di Jakarta.

Bahkan untuk perdagangan minyak sawit Uni Eropa menerapkan kebijakan tarif  0 sampai 10,9%, bila dibandingkan dengan India dan negara lain, tarif tersebut dianggap jauh lebih rendah. “Coba bandingkan dengan tarif impor yang dikenakan India,” katanya.

Diakui nilai impor minyak sawit di 2018 tercatat ada penurunan sekitar 22% dibandingkan tahun 2017 silam, kondisi tersebut terjadi lantaran sebagian minyak sawit yang sebelumnya di ekspor ke Uni Eropa untuk diproses menjadi biodiesel, tidak lagi dilakukan.

Pola perdagangan yang dilakukan justru minyak sawit tersebut diolah di Indonesia menjadi Biodiesel dan dijual ke Uni Eropa. “Bahkan dengan masih melorotnya harga minyak kelapa sawit, pada tahun 2018 nilai gabungan ekspor minyak sawit Indonesia dan biodiesel ke UE hanya menurun sebesar 2% dibandingkan tahun 2017. Dalam 5 bulan pertama 2019, dalam hal volume, impor telah pulih dengan adanya peningkatan sekitar 0,7%,” kata Geurts. (T2)

Lebih lengkap baca Rubrik Fokus Majalah InfoSAWIT cetak Edisi Oktober 2019


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit