infosawit

Pembangkit Biogas Sawit PTPN II Suplai Listrik ke PLN Wilayah Sumut



Ilustrasi pabrik kelapa sawit
Pembangkit Biogas Sawit PTPN II Suplai Listrik ke PLN Wilayah Sumut

InfoSAWIT, JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) II, anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara Holding PTPN III (Persero) mulai tahun ini mensuplai energi listrik ke sistem jaringan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara. Pasokan listrik tersebut, berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) Kwala Sawit dan PLTBg Pagar Merbau milik PTPN II.

Sekretaris Perusahaan PT Perkebunan Nusantara Holding PTPN III, Irwan Perangin-angin menjelaskan, penjualan listrik ke PLN melalui skema Independent Power Produce (IPP) yang bersumber dari energi baru terbarukan (renewable energy) berupa pemanfaatan Palm Oil Mill Effluent (POME) yang bersumber dari  limbah cair Pabrik Kelapa Sawit (PKS) menjadi energi listrik.

Sedangkan dalam mengoperasikan kedua pembangkit PLTBg tersebut telah dilakukan kerja sama operasional dan maintenance (O&M) dengan anak usaha PT Pertamina (Persero) yakni PT Pertamina Power Indonesia (PPI).

“Hal ini merupakan sebagai bentuk sinergitas antara BUMN dan kerja sama ini bisa menguntungkan dan bermanfaat kedua belah pihak,” kata Irwan dalam siaran pers diterima InfoSAWIT, belum lama ini.

Manager PLT Bio Gas PTPN II, Dedy Gurning mengungkapka, pengembangan energy alternatif Bio Gas yang dilakukan PTPN II merupakan salah satu program mendorong ketahanan energi dalam peningkatan pasokan listrik. “Pengembangan energi alternatif di luar panas bumi yaitu energi terbarukan berbasis POME yang berasal dari limbah cair PKS. Potensi energi listrik yang dihasilkan dari POME untuk pabrik dengan kapasitas olah tiga puluh ton TBS/Jam setara dengan satu Mega Watt listrik yang dapat dibangkitkan per jam,” jelasnya.

Menurutnya, PTPN II sebagai salah satu BUMN bidang usaha perkebunan dengan komoditi utama adalah kebun Kelapa Sawit dan pengolahannya, dimana Kelapa Sawit diolah di PKS untuk menghasilkan CPO dan Kernel.

“Dari proses pengolahan di PKS, dihasilkan limbah cair dimana senyawa limbah cair kelapa sawit (POME) mengandung unsur gas metana (CH4). Disamping pemanfaatan energi listrik dari POME tersebut, pembangunan PLTBG dapat menepis isu negatif terhadap lingkungan akibat proses pengolahan limbah pabrik sawit yang membuang CH4 ke udara terbuka,” terang Dedy.

Gas Methane yang terbuang ke udara tersebut, lanjutnya, seharusnya dapat ditangkap dan dijadikan bahan bakar utama mesin pembangkit listrik (genset). Selain itu, dapat juga digunakan sebagai bahan pembakaran gas pada steam boiler di PKS.

Sementara itu Kordinator Humas PTPN II Sutan Panjaitan menambahkan, saat ini PTPN II memiliki 2 unit  PLTBG berdasarkan surat penunjukan bahwa PTPN II sebagai tempat rencana lokasi proyek PLTBg oleh Ditjen EBTKE. Surat itu dengan nomor 49/04/DEB.01/2014 tanggal 10 Februari 2014 di PKS Pagar Merbau dan nomor 50/04/DEB.01/2014 tanggal 12 Mei 2014 di PKS Kwala Sawit. Kedua PLTBg tersebut juga telah dilakukan uji layak operasi (Realibility Run Test) dan telah diterbitkan sertifikat laik operasi (SLO) yang terakreditasi pada Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM.

Ia menjelaskan, PLN telah menerbitkan Berita Acara Commercial off Date (COD) PLTBg Kwala Sawit dan PLTBg Pagar Merbau pada 27 Desember 2019 lalu. Dengan diterbitkannya Berita Acara COD tersebut, berarti kedua PLTBg dapat beroperasi penuh untuk mensuplai energi listrik dan dapat melakukan transaksi penjualan listrik ke PLN. (T2)

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit