infosawit

2 Pabrik Sawit PT Hindoli Terima PROPER Hijau 2019



2 Pabrik Sawit PT Hindoli Terima PROPER Hijau 2019

InfoSAWIT, JAKARTA – Dua pabrik PT Hindoli milik Cargill Indonesia di Sumatera Selatan, pabrik Sungai Lilin dan Tanjung Dalam, masing-masing menerima penghargaan peringkat Hijau pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER) 2019 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.Penghargaan ini diberikan atas prestasi di bidang pengelolaan lingkungan.

Merujuk laporan KLHK, dari hasil evaluasi terhadap 2.045 perusahaan, ditetapkan kinerja perusahaan dengan peringkat Hijau sebanyak 174 Perusahaan. Peringkat Hijau diberikan kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan atau beyond compliance melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan,

Pemanfaatan sumber daya secara efisien dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik. Penghargaan tersebut merupakan bukti nyata upaya berkelanjutan Cargill dalam mewujudkan target-targetnya di bidang lingkungan global – menggunakan energi dan air segar secara lebih efisien, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mengambil listrik dari sumber-sumber energi terbarukan - yang semuanya memberikan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial bagi pelanggan, masyarakat, dan usaha.

Sebelumnya Enam pabrik kelapa sawit Cargill meraih penghargaan dari pemerintah Indonesia atas proses produksi yang berkelanjutan dan dianugerahi Penghargaan Industri Hijau (Green Industry Award) 2019 level V yang merupakan penghargaan tertinggi, yang diberikan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia. Penghargaan ini merupakan penghargaan tahun keempat yang diperoleh pabrik Sungai Lilin dan pabrik Tanjung Dalam di Sumatera Selatan selama empat tahun berturut-turut.

Dalam catatan InfoSAWIT, induk usaha PT Hindoli, Cargill Tropical Palm semenjak Juli 2011 silam telah menyatakan sikapnya guna menghasilkan minyak sawit mentah (CPO) yang disuplai ke Australia, Kanada, Eropa, Selandia Baru dan AS yang telah lulus uji sertifikasi berkelanjutan dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Setelah Cargill memperoleh sertifikat RSPO lewat anak usahanya PT Hindoli tahun 2009 silam, disusul mensertifikasi kebunnya berdasarkan standar International Sustainability & Carbon Certification (ISCC). Tidak hanya kebun inti, kebun plasma pun akhirnya memperoleh sertifikat RSPO dan ISCC.

Termasuk menerapkan skim kelapa sawit berkelanjutan Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO), dimana pada 2013 lalu PT Hindoli memperoleh Sertifikat ISPO, menyusul pada 2017 lalu salah satu anak perusahaan Cargill lainnya, PT Poliplant Sejahtera resmi pula memperoleh sertifikat sawit berkelanjutan ISPO. Bahkan kabarnya untuk dua perusaahaan lainnya sedang dalam proses memperoleh ISPO.

Kedepan, Cargill berkomitmen bakal menerapkan budidaya sawit berkelanjutan dan menghasilkan output 100% CPO yang berkelanjutan guna memenuhi kebutuhan konsumen minyak nabatinya di dunia. (T2)


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit