infosawit

Perbaikan Tata Kelola Kebun Sawit Kerap Terkendala sinkronisasi, integrasi dan keberpihakan.



Perbaikan Tata Kelola Kebun Sawit Kerap Terkendala sinkronisasi, integrasi dan keberpihakan.

InfoSAWIT, JAKARTA - Diakui atau tidak sektor perkebunan kelapa sawit dan karet menjadi komoditas strategis di Kalimantan Tengah (Kalteng), komoditas ini juga menjadi penentu bagi pembangunan ekonomi di Kalteng. Ekonomi Kalteng pun turun tatkala harga sawit dan karet sedang turun.

Saat ini produksi minyak sawit asal Kalteng berkontribusi sektar 20% terhadap produksi minyak sawit mentah (CPO) secara nasional. Kapasitas terpasang Pabrik Kelapa Sawit (PKS) secara keseluruhan di Kalteng tercatat mencapai 6.955 Ton Tandan Buah Segar (TBS) sawit/Jam. Produksi minyak sawit asal Kalteng mencapai 8 juta ton bila produksi kernel (inti sawit) juga dihitung, namun di statistik masih tercatat 5 juta ton.

Secara umum, kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalteng, Rawing Rambang, pihaknya telah berupaya menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan dan memetakan data komoditas perkebunan semenjak beberapa tahun lalu. “Sebab itu wajar bilamana pemerintah pusat menunjuk Kalteng sebagai pilot project kebijakan satu peta,” katanya dalam sebuah Diskusi yang dihadiri InfoSAWIT.

Hanya saja, lebih lanjut kata Rawing, berdasarkan pengalaman, untuk perbaikan tata kelola perkebunan kelapa sawit kerap terkendala dalam sinkronisasi, integrasi dan keberpihakan. “Sebab banyak kementerian dan lembaga menerbitkan kebijakan yang bertumpang tindih,” tandas dia. (T2)

 

 

 

 


. . . Dapatkan majalah infosawit berbentuk digital (e-magz) di infosawit store atau berlangganan.

infosawit